YANG TERLUPAKAN DI TENGAH PANDEMI

KESEHATANKesehatan

Written by:

Kejoramuria.com- ratusan bahkan ribuan orang meninggal disebabkan wabah Covid19, tidak hanya orang tua, usia muda bahkan anak-anak pun ada yang menjadi korban Covid-19 , tercatat Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Dikutip pada Merdeka.com Hari ini (1/7) totalnya menjadi 57.770 kasus positif. Sementara sebanyak 25.595 pasien yang sembuh. Untuk pasien meninggal jumlah totalnya menjadi 2.934 orang.


Melihat cepatnya penyebaran virus ini, tentunya tenaga medis termasuk dokter merupakan garda terdepan dalam penanganannya, dikarenakan menjadi ujung tombak dalam menangani pasien covid-19 Pemerintah memberikan insentif dan santunan dana kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani virus Corona. Insentif dan santunan akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN, termasuk relawan Covid-19.
“Sasaran pemberian insentif dan santunan kematian adalah tenaga kesehatan baik aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, maupun relawan yang menangani COVID-19 dan ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau pimpinan institusi kesehatan,” kata Terawan, pada situs resmi Kemenkes, Kamis (30/4).
Tapi siapa nyana, pemberian insentif dan santunan kematian untuk tenaga medis ini ada tenaga khusus yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dalam penanganan korban Covid-19 yang meninggal dunia, yakni petugas pemulasaraan jenazah pada Rumah Sakit utamanya penanganan pada jenazah yang positif COvid-19.

Baca juga  Bayi 8 Hari Meninggal Terpapar Covid19

Hal ini tersebar dari “curhatan” pada media social facebook dengan nama akun Saiful anas, ia merupakan satu petugas pemulasaraan jenazah pada RSUD Loekmonohadi Kudus, postingan yang diunggah pada hari Rabu (30/6) pukul 18.24 baru 24 jam telah 26 kali dibagikan dan mendapat ratusan komentar dari para nitizen.
Beberapa kalimatnya terkesan mempertanyakan perhatian pemerintah terkait nasib yang mungkin saja bisa mewakili dari sekian banyaknya tenaga pemulasaraan jenazah COvid-19. Berikut beberapa kalimat pada postingannya:
“G nguruslah, sy g pernah ttd tunjangan apapun dalam pemulasaran jenazah covid-19 entah dapat atau tidak saya tidak mau masuk dalam pusaran harapan entah berantah”
“Jangan kau nodai niat saya dg gemerincing dunia. Di saat semua menjauh dg jenazah sy harus mendekat. Resiko terpapar, ia pasti resiko besar.”

“Ketika para jenazah sudah saya rawat dan doakan. Kelak kita akan bertemu, tolong sapa saya dan bantu saya untuk ikut kalian di surga Allah. Hanya dg persaksian kalian semua dosa² yg saya lakukan dapat diampuni Allah. Hanya dg persaksian kalian komitmen saya di pemulasaraan jenazah akan dibalas Allah dg pahala.”
Namun Demikian, kalimat lainnya lebih banyak mengulas tentang kewajiban dalam tata laksana fiqih pada jenazah, ada perbedaan penanganan jenazah Covid-19 dan non Covid-19. Selain itu keabsahan dan penolakan dari keluarga jenazah yang penanganan pemulasaraannya harus menggunakan standart Covid-19 tidak sesuai dengan penerapan fiqih pemulasaraan jenazah.
“Andai 1 jenazah ceroboh dalam tata laksana fiqihnya maka yg berdosa semua orang.
Ceroboh dalam memandikan akan menjadikan tidak sahnya wudlunya jenazah dan shalat jenazah
Ceroboh dalam menayammumi jenazah akan berakibat tidak sahnya shalat janazah.”

Baca juga  Kudus Kebut Pemeriksaan Hasil Tes Swab Warga

“Begitu banyak peristiwa keluarga menolak protokol pemulasaran dan pemakaman covid salah satunya krn mereka ragu penerapan fiqih di ruang pemulasaraan jenazah.

4 bulan sudah berjalan, semua penuh dinamika. Dan saya masih tetap berdiri di belakang merawat yg meninggal, memberikan mereka kelayakan sbg muslim yg kaffah. Benar di sinilah sy temukan betapa ilmu yg saya dapat di madrasah dan pesantren benar² bermanfaat”

Tanggapan positif bernada simpatik bahkan mendoakan serta memberi semangatpun banyak disampaikan para nitizen, salah satunya komentar dari rike indrayati susanto: “semangat mas bro….lemah tells, Gusti Allah sing bales”.

Komentar dari merpati selalu ceria : “Tugas mulia…semoga njgan semua sehat walafiat…korona segera berakhir njngan semua bisa kembali kekeluarga lagi … Semoga Allah membalas kebaikan panjngan semua…doa kami menyartai kalian semua nakes…jga kondisi dan tetap semangat…”
Semoga dari postingan ini, pemangku kebijakan dapat memberikan sedikit perhatiannya bagi yang terlupakan ditengah pandemi ini. (pt)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *