Waspada, Kudus masuk Zona Oranye

INFORMASIKESEHATAN

Written by:

Ket. Peroses pemakaman pasien terkonfirmasi positif covid19 di makam umum kbupaten Kudus. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Meski denyut akitifitas masyarakat sudah kembali normal, namun secara kesehatan masa pandemic covid19 di Kabupaten Kudus belum normal. Sebab, kondisi kabupaten Kudus dinyata sebagai zona orange seiring meningkatkan jumlah pasien terkofirmasi corona.

Berdasarkan data pada Gugus tugas percepatan penanganan covid19 hingga kamis (09/09) sore terdapat 330 kasus. Terdiri dari 241 berasal dari dalam wilayah dan 89 kasus dari luar wilayah.

“ 241 kasus itu 49 kasus pasien dirawat di rumah sakit, 84 orang menjalani isolasi mandiri dan 84 orang dinyatakan sembuh. Sementara yang meninggal dunia 24 kasus ,” ungkap Andini Aridewi, juru bicata Gugus tugas percepatan penanganan covid19 Kudus.

Kemudian untuk luar wilayah sebanyak 89 kasus tersebut dengan perincian 23 dirawat di rumah sakit, 32 kasus menjalani isolasi mandiri, 27 ornag dinyatakan sembuh dan menuinggal dunia 7 pasien. Khusus penanganan tracing pasien luar wilayah dilaksanakan oleh dinas kesehatan setempat masing-masing.

Baca juga  Polisi Dua Polsek Dites Swab

Dijelaskan, alur untuk penanganan pasien yang memiliki gejala terpapar corona. Bagi yang sudah mendapatkan perawatan maka harus dilakukan uji swab. Penegasan status untuk diagnosis ini akan dilakukan sebanyak dua kali.

“ Ini untuk menetukan apakah pasien tersebut memang positif atau tidak. Memang harus melakukan uji swab dua kali ,” tuturnya.

Apabila pada uji pertama hasilnya positif maka akan dilakukan pada uji kedua. Namunkalau dalam uji kedua hasilnya negative maka pasien akan tetap menjalani uji swab lanjutkan dengan status positif covid19. Hal ini sebagai upaya memastikan kesembuhan dari pasien tersebut.

“ Maksurnya, apabila suatu diantara dua uji tersebut ada yang positif maka akan dikonrifirmasi positif ,” tukasnya.

Baca juga  Berburu Pekerjaan di Job Fair, Terakhir Besok

Sedangjan pada orang-orang yang memiliki hubungan erat ataupun masuk daftar tracing, mereka akan menjani rapid tes terlebih dhaulu. Jika ditemukan hasilnya reaktif makan akan menjalani tes swab untuk penegasan diagnosis. JIka non reaktif maka tidak akan dilakukan uji swab.

“ Untuk diketahui bahwa pola persebaran virus corona di wilayah Kudus ini sudah ada perubahan. Jika sebelumnya penularan terjadi karena banyaknya mobilitas dari dan keluarkota, kini berubah menjadi transimisi local. Karena itu kami harapkan masyarakat untuk tetap waspada dan tetap mnegikuti protocol kesehatan ,” tandasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *