TULARKAN “WABAH” BUDIKDAMBER DI KUDUS

EKONOMIPERISTIWAPOLITIK DAN PEMERINTAHANRAGAMUMKM

Written by:

KEJORAMURIA.COM,-Guna mencegah penyebaran covid-19 dan menaikkan imunitas tubuh, kalangan ibu rumah tangga diajak untuk melakukan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) di halaman rumah oleh wakil ketua PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo. Hal ini juga sebagai upaya mengurangi belanja di luar rumah.

“ Selama ini, budidaya atau beternak ikan kan identic dengan harus punya lahan luas dan kolam besar. Nah, kita perkenalkan budidaya ikan sekaligus dapat sayur di halaman rumah sendiri. Caranya pakai ember seperti ini ,” ucap Mawar Hartopo.

Dijelaskan, budidaya ikan dalam ember ini banyak manfaatnya yang akan diperoleh para ibu-ibu rumah tangga. Misalnya, mendapatkan ikan dalam kondisi segar, mengurangi biaya belanja serta meningkatkan gizi pangan keluarga. Sebab, ikan mengandung omega tiga yang bagus untuk pertumbuhan anak-anak .

Baca juga  Jelang Idul Adha, Stok Gas Masih Aman

“ Kenapa saya bias cerita begini ? karena di rumah saya juga punya budikdamber. Awalnya satu, sekarang tambah lagi. Jadi, begitu anak minta dimasakkan lauki kan ,yaa langsun gambil. Dibersihkan, kasih bumbu, digoreng. Jadikaan. Kita olah jadi macam-macam olahan agar mereka tidak bosan ,” tukasnya bersemangat.

“ Tapi, kalau ibu-ibu beli ember jangan berwarna gelapyaa. Ini pengalaman saya, ikan di dalam ember jadi tidak kelihatan ,” sahutnya sembari tertawa.

Berdasarkan perhitunganya, pembuatan satu media budikdamber biayanya kurang dariRp 200 ribu. Sudah termasuk 50 ekor benih ikan lele dan bibit kangkung di pinggir ember atas serta pakan ikan. Maka, ditengah situasi pandemic covid-19 ini warga diharapkan mampu menaikkan daya imun tubuh dengan biaya minimal sekaligus mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga.

Baca juga  Masyarakat Kita Ialah yang Berani Pada yang Miskin

“ Banyak pasar operasional jamnya terbatas, perusahaan mengurangi jumlah pegawai dan pekerja harian juga berkurang jobnya. Maka ini bias menjadi alternative bergerak bersama PKK ,” tuturnya.

Sedangkan jenis ikan, selain lele juga bisa menggunakan ikan nila dan patin. Namun dibutuhkan waktu panen lebih lama dibanding kandengan lele. Sementa rasa sayuran dipinggir atas, bukan hanya jenis kangkung, namun juga selada, caisim dan semacamnya.

 

“ Awalnya kita dulu sayang banget waktu panen untuk digoreng. Lah, gimana wong tiaphari kita kasih pakan dengan ajak bicara. Tapi akhirnya, sekarang senang untuk mengolahnya buat anak-anak dan keluarga ,” tandasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *