Tersangka Suap PDAM Positif Covid19

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Written by:

SEPI. Paska penetapan direktur utama sebagai tersangka, suasana kantor PDAM Kudus menjadi sepi. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Tersangka kasus suap penerimaan pegawai PDAM Kudus, Tony (T), saat ini harus menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Loekmonohadi karena positif terkonfirmasi virus covid19.

Direktur RSUD Loekmonohadi, Azis Ahyar, mengungkapkan bahwa Tony dipastikan menjadi pasien covid19 dengan enyakit penyerta yaitu diabetes. Selain itu juga menderita sejumlah luka akibat penyakit diabetes mellitus tersebut.

“ T masuk ke rumah sakit waktu dipindahkan tim kejaksaan dari tahanan polres Kudus pada senin tanggal 13 juli 2020. Sekarang sedang kami secara intesif di ruang isolasi ,” kata Azis Ahyar.

Menurut azis, tersangka tertular penyakit global ini saat berada di tahanan polres kudus. Sebab dia berada satu ruangan dengan tahanan kejaksaan yang dinyatakan positif covid19 beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Darma membenarkan bahwa T saat menjadi tahanan di Polres satu dengan tahanan yang positif beberapa waktu lalu.

Baca juga  Jati Rawan Banjir, Tamzil Perintahkan Siaga Tanggap Bencana

“ Dari kejaksaan ada tiga yang potifi kemarin . sekarang sudah kami serahkan kembali kesana ,” kata Kapolres pada wartawan.

Masuknya T ke rumah sakit menjadikan tersangka kasus PDAM Kudus menjadi dua sakit mengalami kondisi sakit. Sebelumnya Direktur Utama PDAM Ayatullah Khomaini harus dirawat di rumah sakit paska ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Selain itu Kejati juga menyeret pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri, Sukma Oni Irwadani alias O sebagai tersangka. Hingga kini total sudah ada tiga tersangka setelah sebelumnya salah satu Kepala Seksi PDAM Kudus, T terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun, Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini diduga menarik uang dari para calon karyawan dengan nominal Rp 25 juta hingga Rp 150 juta. Ia  diduga bekerja sama seorang pihak swasta berinisial O. Mengacu pada laporan itu, modus yang digunakan adalah dengan melibatkan koperasi milik O. 

Baca juga  HPSN, Bupati M. Tamzil Ajak Jaga Lingkungan

” Dengan modus calon karyawan diarahkan untuk meminjam uang di koperasi (milik O) untuk bayar uang muka sebesar Rp 10 juta,” kata sumber di Kejari Kudus.

 “Selebihnya calon karyawan diarahkan dan dibantu pengurusan kredit ke Bank Jateng dan Bank pasar oleh saudara T (yang tertangkap tangan),” sambungnya.

Setelah dicairkan, uang tersebut langsung diserahkan ke O. Menurut pengakuan T, uang yang ia terima atas perintah O. Kejaksaan pun masih berusaha untuk menangkap O.

Ditempat terpisah, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan menunggu kepastian dari Kejati Jawa Tengah untuk menentukan langkah ke PDAM.

“ Setelah ada surat keputusan resmi tersangka, baru kita tunjuk Plt Dirut PDAM. Supaya pelayanan masyarakat tidak terganggu ,” kata Hartopo. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *