Ratusan Penerima BLT Dana Desa DiHapus

INFORMASI

Written by:

Ket: Proses penyaluran BLT Tahap Pertama di desa Kalirejo Kecamataan Undaan beberapa waktu lalu. Foto: sofyan

Kejoramuria.com, – Maraknya kritikan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tidak tepat sasaran di media social, membuat berkurangnya jumlah penerimanya. Tepatnya 653 orang dihapus dari daftar penerima karena mengundurkan diri sebab merasa mampu secara social dan menerima dari program lainnya.

“Waktu pendataan mungkin tidak mampu dan sekarang sudah mampu. Nah ini mereka mengundurkan diri dari daftar penerima BLT. Selain itu juga meninggal dunia atau juga namanya masuk daftar sebegai penerima program lain. Sehingga mereka mereka ini dicoret dari daftar penerima BLT dana desa ,” ungkap Adi Sadono Murwanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus.

Berdasarnya data yang diterimanya, warga penerima menyatakan mengundurkan diri sebelum pembagian karena merasa mampu dan ada pula yang sudah dicukupi oleh keluarganya. Namun bagi yang sudah terlanjur ditransfer, maka diminta mengembalikan. Selain itu sebagian besar juga terdeteksi sudah mendapatkan bantuan sosial dari program lain sehingga tidak diberikan oleh pemerintah desa.

Baca juga  Fenomena Pusaran Air Membeku Mirip UFO

653 nama yang dicoret sebagai penerima BLT dana desa tersebut tersebar di 57 desa dengan jumlah bervariasi. Temuan penerima ganda atau faktor lain terbanyak di Desa Ngangukwali sebanyak 71 nama, sedangkan desa lainnya bervariasi.

” Ada 66 desa yang bersih alias tidak ada temuan, baik penerima ganda dengan program bantuan lain maupun tergolong keluarga mampu,” tukasnya.

Dijelaskan, temuan nama yang tidak berhak mendapatkan bantuan langsung tunai dana desa tersebut merupakan hasil pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat pencairan BLT dana desa tahap pertama.

Nah, untuk pencairan tahap kedua, 653 nama tersebut diganti dengan nama warga lain yang dinilai sesuai kriteria sebagai penerima BLT dana desa. Penggantian nama tersebut, merupakan usulan dari masing-masing desa. Mereka dari pihak desa sebelumnya menggelar musyawarah desa (Musdes) terlebih dahulu untuk menentukan siapa penerima yang akan diganti.

Baca juga  BMKG Peringatkan Gelombang Capai 4 Meter Laut Jawa

“ Agar tidak ada permasalahan lanjutan, pemkab masih menunggu hasil evaluasi dari BPKP sebelum menyalurkan BLT dana desa tahap berikutnya ,” terangnya.

Sekedari diketahui, penerima bantuan BLT dana desa di Kabupaten Kudus sebelumnya tercatat 23.086 keluarga, setelah ada evaluasi jumlahnya berkurang menjadi 22.560 keluarga. Sedangkan alokasi BLT dari dana desa pada masing-masing desa bervariasi. Untuk pemerintah desa yang dana desanya kurang dari R p800 juta per tahun maksimal 25 persen dialokasikan untuk BLT. Sementara dana desa antara Rp 800 juta sampai dengan Rp 1,2 miliar maksimal 30 persen, sedangkan di atas Rp 1,2 miliar maksimal 35 persen. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *