Permintaan Dispensasi Pernikahan Dini Meningkat

INFORMASIPERISTIWA

Written by:

Ket: Suasana Balai Nikah Kecamatan Kota pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus kembali ramai setelah pandemic covid berganti menuju ke new normal. Foto: Sofyan

Kejoramuria.com,- Entah fenomena apa yang terjadi pada generasi muda di Kabupaten Kudus. Pasalnya, wilayah yang dikenal sebagai kota santri ini permohonan dispensasi pernikahan belakangan ini meningkat. Artinya, pernikahan usia dibawah aturan umur melonjak.

Menanggapi hal ini, Sunardi selaku Plt Kepala Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga berencana (Dinsos P3AP2KB), mengungkapkan bahwa telah melaksanakan sosialisasi terus menerus tentang bahayanya pernikahan dini. Selain itu juga tentang hubungan tidak sehat terkait perilaku berpacaran anak-anak muda. Bahkan, penyuluh Keluarga berencana juga terus berkeliling mensosialisasikan ke desa-desa.

“ Selain itu juga kami setiap tahun kami mengadakan pemilihan para remaja aktif sebagai duta GenRe ( generasi berencana) . Mereka bersama penyuluh bergerak mensosialisasikan tentang bahaya pernikahan dini pada remaja seumurannya ,” kata Sunardi.

Sebagai gambaran, program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan. Sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalan pekerjaan secara terencana. Serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Diharapkan Program ini menjadi wadah mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan Napza.

Baca juga  Bea Cukai Kudus Amankan 858.400 Batang Rokok Ilegal

Sementara itu, Pengadilan Agama mencatat angka pernikahan anak usia dini di Kudus belakangan menimgkat. Buktinya, terlihat dari tingginya permohonan surat dispensasi pernikahan melonjak setelah pandemic covid19.

Surat dispensasi pernikahan dari Pengadilan Agama adalah menjadi salah satu syarat pendaftaran pernikahan bagi mereka yang masuk kategori anak atau usia dini.

Panitera Pengadilan Agama Kudus Muhammad Muchlis membenarkan naiknya permohonan dispensasi pernikahan di tempatnya. Data semula sekitar 6 hingga 25 permohonan per bulan menjadi 35 permohonan pada bulan Juni.

“Januari ada 15 pemohon, Febuari ada 25, Maret 15, April 21, Mei 6 dan Juni 35 pemohon. Totalnya hingga Juni ada 116 pemohon,” ungkap Muchlis. 

Dijelaskan, peningkatan pemohonan dispensasi pernikahan ini terjadi karena beberapa faktor. Misalnya, dua bulan terakhir adanya pembatasan pelayanan di Pengadilan Agama selama pandemi covid. Dimana di masa covid, pihaknya hanya melayani sekitar 20 perkara setiap harinya.

Baca juga  Prakiraan Cuaca: Siang dan Malam Kudus Berpotensi Diguyur Hujan

Tidak hanya itu, kebijakan perubahan batas usia menikah bagi anak perempuan juga menjadi salah satu faktor penyebab. Perempuan yang ingin mengakhiri masa lajangnya kini harus berusia minimal 19 tahun.

“Iya, usianya sekarang disamakan. Baik laki-laki maupun perempuan yang mau menikah minimal berusia 19 tahun. Kalau dulu perempuan 16 tahun sudah boleh menikah, sekarang harus 19 tahun,” terangnya.

Namun yang mengagetkan adalah tentang penyebab pasangan dini mengajuan surat dispensasi pernikahan. Yakni Muchlis menyebut mayoritas pihak perempuan sudah hamil duluan.

” Rata-rata pihak perempuannya hamil duluan, jadi pernikahan harus segera dilangsungkan. Makanya mereka meminta surat dispensasi nikah,” tukasnya.

Tetapi, sambungnya, bila pasangan tersebut belum kejadian hamil duluan maka Pengadilan Agama akan memberikan konseling untuk menunda melangsungkan pernikahan. Sebab pasangan usia dini belum siap secara biologis maupun psikologis dalam  berumahtangga. 

“ Pasangan yang belum cukup umur menikah rentan mengalami perceraian ,” tandasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *