Perampok Gasak Harta Rp 2 Miliar

HUKUM DAN KRIMINALRAGAM

Written by:

Ket. Para petugas saat mendatangi TKP korban perampokan

Kejoramuria.com,- Setelah lama tidak terdengar aksi kejahatan, perampok kembali melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Kudus. Mereka melancarkan aksinya di sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani nomor 82 A Kudus. Dari rumah tersebut komplotan perampok menyekap dan menggondol barang berharga milik korban senilai Rp 2 miliar.

Satu ekor anjing milik korban dibunuh komplotan perampok saat melakukan aksinya di Jalan Ahmad Yani nomor 82A, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, sekira pukul 21.00-24.00, Kamis (9/7).

Kemudian pada Jumat, 10 Juli 2020 pagi, rumah dengan pintu berwarna tosca yang terletak di depan Kantor BCA Cabang Kudus itu nampak sepi-sepi saja. Tak ada pemandangan mencolok dari rumah tersebut.

Sekitar pukul 10.30 WIB, nampak sejumlah anggota Inafis Kepolisian Resort Kudus secara beruntun datang dan masuk ke dalam rumah tersebut. Pintu rumah yang terkunci rapat membuat wartawan tidak dapat melihat proses olah TKP di dalam rumah.

Baca juga  Dieng Capai Minus 11 Derajat Celsius, Kenapa?

Terpisah, Kepala Kepolisian Resort Kudus Ajun Komisaris Besar Aditya Surya Dharma membenarkan jika semalam di rumah tersebut terjadi aksi perampokan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.

Pemilik rumah, Lim Cahyo Wibowo (56) malam itu sedang ada di dalam bersama dengan keluarga dan pembantu rumah tangganya.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba saja listrik rumahnya padam,” terang Aditya.

Spontan, pemilik rumah langsung bergegas menuju tempat meteran listrik, untuk mengecek dan menghidupkan listrik rumahnya kembali. Setelah menghidupkan meteran, pemilik rumah kembali masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang.

Nahas saat kembali, dia disekap dan diancam oleh empat orang dengan menggunakan parang. Pemilik rumah bersama keluarga dan pembantunya kemudian dimasukkan ke dalam kamar dengan keadaan mata dan tangan dilakban.

Baca juga  Asyik Judi Domino, Tiga Orang Digrebek Polsek Mejobo

Usai menyekap pemilik rumah, komplotan perampok menggasak uang tunai, perhiasan, surat berharga dan satu unit mobil inova milik korban. Aditya memprediksi pemilik rumah mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Menurut Kapolres secara psikologis, korban masih trauma setelah disekap para perampok tersebut sehingga belum bisa dimintai keterangan.

“Kemungkinannya besok baru kami bisa meminta keterangannya. Karena sekarang kondisi korban masih shock,” jelasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *