Pencuri Kabel Telkom Tertangkap Saat Beraksi

HUKUM DAN KRIMINALINFORMASI

Written by:

Ket. Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Effendi saat menjelaskan kronologi penangkapan komplotan pencuri kabel Telkom. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Keluhan warga Kecamatan Undaan tentang putusnya sambungan telepon rumah dan jaringan internet rumahan ternyata akibat kabel salurannya dicuri oleh komplotan pencuri kabel udara milik PT Telkom. Hal ini terungkap setelah Satreskrim berhasil menangkap lima pelaku saat beraksi di jalan Kudus-Purwodadi kecamatan Undaan.

Kapolres Kudus, AKBP Catur Gatot Efendi, mengungkapkan lima orang pelaku masing-masing PP (30), GH (30), TY (28), FS (25) dan AD (24) melakukan aksinya dan ditangkap pada tanggal 4 Juni lalu.

“ Semuanya bukan warga Kudus, tetapi berasal dari Kabupaten Purworejo ,” kata Catur saat jumpa pers di Mapolres Kudus, senin (15/06).

Mereka merupakan pelaku spesialis pencurian kabel milik PT Telkom dan sudah melakukan aksinya beberapa kali. Setiap beraksi mereka menggunakan seragam perusahaan BUMN tersebut dan berpura-pura sebagai pegawai Telkom ketika bertemu dengan warga setempat. Sebab waktu yang digunakan ketika menjalankan aksinya selalu malam hari.

Namun aksi malam itu menimbulkan kecurigaan masyarakat karena tidak ada pemberitahuan dari PT Telkom bila kawasan Undaan akan dilaksanakan kegiatan pemeliharaan saluran jaringan telepon. Sehingga langsung melaporkan ke polisi karena mencurigakan.

Baca juga  Menghitung Pengguna JPO di Tengah Kota Kudus

“ Begitu mendapat laporan ini, kami langsung menghubungi Telkom Kudus untuk memastikan kegiatan yang dilakukan pada malam itu. Namun karena Telkom menyampaikan tidak ada program penurunan kabel ke Undaan , maka kemudian bersama-sama ke lokasi yang dilaporkan oleh warga ,” cetusnya.

Tim Satreskrim bersama Telkom Kudus menuju ke lokasi dan melakukan penangkapan terhadap lima pelaku. Saat itu mereka mengaku sudah melakukan aksinya tiga kali dan terakhir di Undaan berhasil ditangkap polisi.

Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan barangbukti berupa satu buah telekop, seragam Telkom yang digunakan para pelaku, satu buah tracker.

“ Selain itu juga diamankan satu unit mobil minibus dan satu unit mobil jenis pick up yang digunakan untuk mengangkut kabel curian. Kabelnya berdiameter 3 sentimeter dengan panjang 600 meter. Dari pencurian ini PT Telkom mengelami kerugian Rp 80 jutaan ,” terangnya.

Baca juga  Dinsos P3AP2KB Kudus Sebut Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

PP (30) salahsatu pelaku yang dihadirkan mengaku,  melakukan aksi tersebut karena alasan terdesak ekonomi. Yaitu memiliki sejumlah hutang yang harus dibayar. Dirinya percaya diri melakukan pencurian karena berpengalaman bekerja di salahsatu vendor PT Telkom untuk menarik kabel jaringan.

Kabel yang sudah dicuri tidak langsung dijual bentuk utuh, namun dilakukan pembakaran pada bungkusnya dan hanya bagian dalam dijual. Harga perkilo dipasaran pengepul rosok Rp 50 ribu perkilogram.

“ Dari hasil penjualan itu lalu kita bagi lima orang. Setiap orang mendapatkan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Tergantung dari banyaknya kabel yang kita dapat ,” aku PP.

Namun, kelima komplotan itu kini tak bisa mencuri kabel telepon lagi karena menghadapi ancaman pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Hukuman yang bakal mereka jalani maksimal tujuh tahun penjara. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *