Pasien Terkonfirmasi Covid Bertambah 11

INFORMASIWISATA

Written by:

Ket. WISATA ALAM. Ini adalah lokasi wisata alam di desa Ternadi Kecamatan Dawe yang berada di ketinggian gunung muria. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Kondisi suasana Kabupaten Kudus sudah kembali seperti sebelum terjadinya pandemic covid. Selain arus lalulintas mulai padat, aktifitas bisnis kembali ramai juga posko penanganan covid19 di alun-alun simpang tujuh dan terminal induk bus sudah dibongkar. Namun, jumlah kasus kini bertambah 11 sehingga menjadi 188 kasus. Angka ini diungkapkan Andini Aridewi, jurubicara  gugus tugas pendegahan dan pengendalian covid19 kudus pada wartawan melalui WAG, Rabu (24/06).

Berdasarkan datanya, tambahan kasus terbaru hasil screening tes swab sebanyak 11 kasus dengan perincian delapan dari dalam wilayah dan tiga kasus dari luar wilayah.

“ Sembilan orang pasien baru itu tidak punya riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona. Kalau dua orang lainnya punya riwayat kontak dengan pasien covid19 ,” kata Andini.

Dijelaskan, 133 kasus COVID-19 berasal dari penularan di dalam wilayah Kudus dan 55 kasus terjadi akibat penularan virus dari luar wilayah. Kemudian 59 pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan berasal dari dalam wilayah Kudus dan 28 pasien dari luar kabupaten.

Sedangkan pasien menjalani isolasi mandiri sebanyak 36 orang. 30 orang di antaranya dari dalam wilayah dan enam orang dari luar wilayah.

“Jumlah pasien COVID-19 yang sudah sembuh sebanyak 53 orang. 36 di antaranya berasal dari Kabupaten Kudus ,” terangnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Andini mengingatkan warga untuk mewaspadai penularan COVID-19 dan menjalankan protokol kesehatan, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai usai aktivitas, menjaga jarak dengan orang lain, dan menghindari kerumunan. 

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat kabupaten Kudus terhadap protocol kesehatan di tengah pandemic penyakit covid19 meski jumlah terdeteksi meningkat. Sehingga dalam waktu dekat Pemkab akan secara resmi menerapkan tatanan normal baru.

“ Setelah ada kebijakan pasar ditutup karena melanggar protocol kesehatan, Alhamdulillah sekarnag tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protocol kesehatan meningkat. Jadi kami sekarang masih mempersiapkan diri menuju tatanan kehidupan baru ,” kata Hartopo.

Menurut politisi PDIP itu, bentuk kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang bisa dilihat setiap aktivitas di luar rumah selalu memakai masker.

Selain itu, pemkab juga sudah menyediakan tempat cuci tangan di berbagai lokasi strategis dengan harapan masyarakat mulai membiasakan diri terhadap aturan protokol kesehatan sambil beraktivitas di luar rumah.

“Meskipun sudah memakai masker, jangan mengabaikan anjuran jaga jarak fisik dengan orang lain, termasuk harus selalu rajin mencuci tangan memakai sabun untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 ya ,” pesannya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah pusat sudah mulai mengijinkan untuk membuka kembali lokasi-lokasi wisata kawasatan tertentu dengan persyaratan tertentu. Misalnya, wisata alam dan desa wisata.

“Bagi objek wisata yang belum menyiapkan satgas COVID-19, tentunya tidak akan diberikan izin dibuka di tengah pandemi,” tegasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *