Pasien Covid Sembuh Bertambah

KESEHATANKesehatan

Written by:

Ket: Salahsatu rumah sakit swasta yang menjadi tempat perawatan pasien terkonfirmasi penyakit covid19. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Meski jumlah warga terjangkit virus covid19 di kabupaten Kudus bertambah dua digit tiap pekan, namun tingkat kesembuhan yang menjalani perawatan juga meningkat hampir 50 persen. Dari total pasien 532 kasus terkonfirmasi positif covid19, jumlah pasien sembuh pecan ini 262 pasien atau 49,25 persen.

Dokter Andini Aridewi, Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kudus, mengungkapkan bahwa pada akhir pecan kemarin jumlah pasien sembuh bertambah 15 kasus.

“ Perinciannnya 11 kasus dari dalam wilayah dan empat kasus dari luar wilayah ,” kata Arini Aridewi pada wartawan, senin (20/07).

Dijelaskan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Kudus memang meningkat karena sebelumnya masih rendah, kini sudah meningkat menjadi 49,25 persen.

Pada pertengahan Juni 2020 tingkat kesembuhan kasus COVID-19 masih berkisar 28,9 persen. Penyebabnya, selain penanganan medis yang lebih baik, kriteria sembuh yang terbaru juga ikut mendukung kenaikan tingkat kesembuhan pasien corona.

Baca juga  Selama Percaya Mitos Suluten, Popok Bekas Bakal Nyaman Mengarungi Sungai

“Berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan yang terbaru, kriteria sembuh salah satunya yang sudah menjalani isolasi mandiri dengan menyesuaikan kasus yang terjadi ,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, masyarakat tidak perlu bingung sebab berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan yang baru atau pedoman revisi penanganan terakhir memang dimungkinkan. Jadi orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala hanya wajib isolasi diri di rumah tanpa harus melakukan tes usap tenggorokan lanjutan.

Selesai isolasi, ketika tidak ada gejala, sedangkan kondisinya bagus berdasarkan evaluasi tim medis dinyatakan selesai isolasi dalam arti sembuh, termasuk dengan gejala ringan atau sedang.

“Kecuali, dengan gejala berat di rumah sakit harus melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Itu pun hanya cukup sekali. Jika negatif hasilnya maka selesai isolasi,” terangnya.

Baca juga  Berfoto Background Kebakaran Hutan Dihujat Pengguna Twitter

Terkait penatalaksanaan penanganan COVID-19 di Kudus, memang ada pembaruan ilmu sehingga penanganan jauh lebih baik. Terutama dalam penanganan pada kasus-kasus dengan penyakit bawaan dan datang dengan kondisi kurang baik.

“Sepanjang kasus corona tidak ada penyakit bawaan, maka faktor kesembuhannya memang lebih besar dibanding dengan penyakit bawaan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diunggah di laman https://corona.kuduskab.go.id/, hingga 19 Juli 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 532 kasus.

Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 391 kasus dari dalam wilayah dan 141 kasus dari luar wilayah, sedangkan yang menjalani perawatan 80 orang, dan isolasi mandiri sebanyak 129 orang.

Jumlah pasien sembuh hingga kini tercatat sebanyak 262 orang atau 49,25 persen dari total kasus sebanyak 532 kasus, sedangkan kasus meninggal sebanyak 61 kasus.(fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *