Pandangan Kharismatik Pria Pemain Saksofon di Kudus

ANAK MUDAArtikelSENI & BUDAYA

Written by:

Kudus, KejoraMuria. Com – Kenal mbah Sujiwo Tejo dong, dalang sekaligus budayawan kharismatik yang juga jago bermain alat musik saksofon. Rasa-rasanya tipe pria kharismatik lengkap idaman semua perempuan bisa jadi ada pada diri mbah Sujiwo Tejo. Redaksi Kejora Muria pernah menangkap salah satu anak muda berbakat dari Kudus yang juga jago main alat musik saksofon. Apa dia juga pria kharismatik idaman perempuan? “Tidak semudah itu paimin,,,,”

Tim Redaksi pernah ngobrol bareng pemuda asli Kudus yang alamatnya juga di Kudus dong ya. Pemuda itu bernama Galang Aldila Daniar ini menyebut saksofon tidak dapat dipisahkan dari hari-harinya. Mengawali perkenalan dengan saksofon sejak kelas tiga SMA, rupanya Galang tak hanya mahir dalam meniup saksofon.

Hampir semua alat musik dia bisa memainkannya.”Keyboard, gitar, fluet, suling, drum. Hanya terompet saja yang tidak bisa,” ucapnya sambil berkelar saat ditemui dikediamannya di Perum Megawon, Kudus.

Dia memulai dunia musik sejak usia lima SD, berawal dari keyboard milik sang ayah. Lambat laun dia tertarik mencoba hingga akhirnya mahir memainkan alat musik tersebut. Terlahir dari tiga bersaudara, anak terakhir ini memang berada di lingkungan seni. Sang ayah dan kedua saudaranya memang menyukai seni.

Baca juga  Cerita "Babat Bumi Undaan" Sunan Prawoto

Menginjak lulus SMA, pemuda kelahiran Kudus, 1996 ini mulai menekuni alat musik saksofon. Menurutnya saksofon lebih unik, karena masih minim dijumpai pemain saksofon di Kudus.”Awalnya kepepet mau masuk Perguruan Tinggi, ambil seni musik. Alat musik lain sudah banyak yang main, jadi saya coba saksofon. Kan masih jarang,” tandasnya.

Untuk bisa memainkan saksofon yang dia beli seharga sekitar sembilan juta tersebut, dia belajar ketat selama tiga bulan. Dia belajar secara otodidak dengan melihat youtube. Sayang tak sangka, kata dia, dirinya tidak masuk ke Perguruan Tinggi yang sesuai dengan keinginan. Justru dia mengambil kuliah Jurusan Ilmu Pemerintahan.”Kan nggak nyambung,” ucapnya sambil tertawa.

Namun baginya saksofon tetap menjadi kegemarannya. Pemuda yang saat ini masih semester delapan di Universitas Diponegoro Semarang ini bersama teman-teman pemain saksofon di Kudus sudah membentuk komunitas bernama Saxkudus.

Menurutnya hal terpenting dalam bemain saksofon yakni pernafasan. Seorang pemain saksofon harus rajin berolahraga. Karena dibutuhkan nafas panjang. ”Kalau nggak olahraga, bisa nggak kuat niup nanti,” ujarnya. Kan benar, apa-apa itu harus olahraga biar kuat. Kuat menghadapi kenyataan juga, lho lah.

Kejora Muria/ap: Memakai sarung, Galang tengah menunjukkan cara merakit Saksofon miliknya.

Dia menunjukkan beberapa bagian saksofon yang dia miliki. Ada tiga bagian penting dalam saksofon, yakni body, head, dan bagian tiup. Sebagai orang awam pas ditunjukkan alat-alat itu ya,,, “begitulah perasaannya”.

Baca juga  Pertama Kali di Indonesia Hukuman Kebiri Dijatuhkan, Aris Pilih Hukuman Mati

Bagian tiup ini menjadi bagian paling penting mengingat itu sumber keluarnya suara. Kata dia, meskipun terlihat seperti alat musik besi namun aslinya saksofon alat musik kayu. ”Aslinya sumber suara itu kayu, namanya reed. Reed ini ada berbagai jenis, beda reed beda jenis suara. Bisa bass, bisa pop, dan suara agak nyaring,” ungkapnya.

Saat ini dia kadang tampil di acara wedding (kondangan begitu maksudnya) dan acara-acara kesenian lainnya. Itu bersama dengan pemain-pemain saksofon lain di Kudus. Namun dia menyayangkan jumlah peminat pemain saksofon di Kudus sangat minim. Padahal dibeberapa Kabupaten lain telah terbentuk komunitas-komunitas saksofon aktif, namun Kudus belum memiliki nama. 

Saat ini dia dan para pemain saksofon di Kudus berharap agar Kudus menjadi Kota Seni. Dia dan pemain saksofon lain mencoba memperkenalkan saksofon dengan bermain di taman-taman di Kudus.

”Saya berharap Kudus juga bisa jadi Kota Seni, pemain saksofon di Kudus cukup bagus tapi hanya belum memiliki wadah dan dana yang mumpuni,” pungkasnya. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *