Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Tanggung Jawab Siapa?

ArtikelMentalOPINI

Written by:

Kudus, KejoraMuria. Com – Jika masyarakat Kudus sering melalui daerah traffic light Ngembalrejo, Bae pasti tahu sosok perempuan yang masih muda yang tengah berada di pinggir jalan raya. Ya, dia adalah salah satu penderita gangguan kejiwaaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sesekali kalian bisa melihat sosok ibu yang menemaninya dan membawakan botol minimuan untuk anaknya itu.

Sebenarnya Saya, Redaksi Kejora Muria sebelumnya pernah menyambangi sosok ibu tersebut di lokasi itu dan telah menulisnya dalam sebuah artikel, sayang artikel itu gagal terbit di salah satu media cetak. Saya cukup ingat, si Ibu adalah warga Ngetuk, Ngembal Kulon, Kecamatan Bae, Kudus. Dia berjualan gorengan di sebelah barat pertigaan Kampus IAIN Kudus. Pasti tahu kan?

Beliau menafkahi anaknya yang mengidap gangguan kejiwaan di umur sangat muda. Dia sebenarnya sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menyembuhkan anaknya. Namun sekelumit cerita, ibu itu menyebut kondisi anaknya saat ini disebabkan keinginannya memiliki rumah tidak terpenuhi. Maka itu dia berkeliaran di jalan, yang may tidak mau membuat sang ibu harus merawatnya.

Sepenggal cerita itu mungkin hanya satu dari kisah ODGJ yang sangat bisa kita temui di beberapa tempat di sekitar Kudus. Dari berbagai sudut Kota tidak jarang ODGJ sering nampak berkeliaran. Kita tidak bisa menyalahkan Dinas Setempat meskipun mereka memiliki Satgas PGOT (Pengamen, Gelandangan, Orang Terlantar) faktanya mereka masih bisa kita temukan.

Baca juga  Pria Kena Denda Rp 30 Juta Akibat Ganggu Istri Orang

Menurut UU No 18 th 2014 tentang Kesehatan Kejiwaan (UU Keswa) pasal 1, ODGJ yakni orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanisfestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang dengan manusia.

ODGJ dapat digambarkan dengan yang biasa kita lihat di jalanan. Hampir dipastikan, di beberapa titik di Kabupaten Kudus masih terdapat ODGJ yang berkeliaran di jalan. Hal tersebut sedikit mengisyaratkan kurang optimalnya Pemkab Kudus untuk mengatasi keberadaan ODGJ di jalan.

Padahal jelas dilansir dari kemenkes.go.id, UU Keswa salah satunya mengamanatkan tentang pengawasan pelayanan di fasilitas yang melayani ODGJ. Tentunya diharapkan masyarakat dan Pemkab Kudus lebih memperhatikan para ODGJ yang berkeliaran di jalanan, agar hidup sesuai jaminan UU. 

Kami sempat sempat menemui Sutrimo pada 2018 lalu yang saat itu membidangi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dan Bantuan Perlindungan Jaminan Sosial oada Dinsos P3AP2KB Kudus. Dia menyebut jika penanganan ODGJ harus melalui beberapa tahap, tidak bisa serta merta di razia dan dibawa ke Dinsos.

Baca juga  Ngotot di Acara Mata Najwa, Arteria Sempat Diberi Gelar Sarjana Bacot

Saat itu menurutnya kewenangan pertama penanganan ODGJ berada di bawah aparat Polri dan Satpol PP untuk melakukan razia. Baru setelah kemungkinan yang dirazia itu ODGJ, akan dilimpahkan ke rumah sakit.
Baru setelah itu akan dibina oleh Dinsos P3AP2KB Kudus.

“Setelah dirazia petugas, jika memang ODGJ maka akan dilimpahkan ke rumah sakit untuk disembuhkan dulu. Terakhir setelah ODGJ keluar dari rumah sakit baru menjadi tanggung jawab Dinsos untuk melakukan pembinaan,” ucapnya pada Februari 2018 lalu.

Dia menyebutkan jika tugas Dinsos sendiri memberikan pembinaan agar eks-ODGJ dapat mandiri dan dapat melanjutkan hidup sebagaimana mestinya dengan diberi pembinaan melalui keterampilan agar bisa kembali ke masyarakat. 

Di Kudus sendiri ada satu tempat untuk pembinaan eks-ODGJ yakni di Conge, Ngembalrejo yang menjadi satu dengan Dinsos Pemprov Jateng. Dia menuturkan jika penangan ODGJ memang harus melibatkan berbagai OPD agar dapat tertangani dengan maksimal. 

Tentu, harapan kita agar permasalahan penanganan ODGJ bisa sangat optimal. Bukan soal mengganggu estetika kota, namun lebih ke masalah kemanusiaan. Dimana setiap orang berhak menjalani kehidupannya dengan baik. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *