Masjid Dibolehkan Menggelar Salat Idul Adha

RAGAM

Written by:

Foto Shalehudin

Kejoramuria.com,- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus membolehkan warga untuk menjalankan salat Idul Adha di tempat ibadah maupun lapangan. Dengan syarat, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dijalankan dengan ketat. Demikian diungkapkan Shalehudin, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Binmas Islam) Kemenag Kudus.

“ Dasarnya , Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penggelaran Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban ,” ungkap Shalehudin.

Dalam surat tersebut dijelaskan, bahwa penyelenggaraan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di semua daerah. Namun dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. 

Khusus di tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19, seperti zona merah, Kemenag menyarankan agar pelaksanaan salat Idul Adha bisa dilakukan di rumah.

Baca juga  Instagram Hapus Tab Following yang Biasa Digunakan Stalking

“Untuk Kudus kami belum tahu pasti bagaimana kondisi terakhirnya. Kalau dari edaran Kemenag memperbolehkan. Tapi itu nanti menyesuaikan lagi kondisi di masing-masing wilayah dan kebijakan dari pemerintah daerah setempat seperti apa,” jelasnya.

Untuk persyaratan, harus menyiapkan petugas pengawas pelaksanaan protokol kesehatan, melakukan pembersihan dengan disinfektan pada tempat yang akan digunakan dan melakukan pembatasan pintu ataupun jalur keluar masuk.

Fasilitas cuci tangan dan petugas yang melakukan pengukuran suhu tubuh pada jalur masuk juga harus ada. Pembatasan jarak antarjemaah minimal satu meter, mempersingkat waktu khotbah dan tidak mewadahi sedekah jemaah dengan menjalankan kotak.

Bagi masyarakat yang akan mengikuti salat diharuskan dalam kondisi sehat, membawa perlengkapan salat sendiri, menggunakan masker sejak dari rumah, menghindari kontak fisik dengan jemaah lainnya, jaga jarak dan menggunakan hand sanitizer.

Baca juga  Tweet Manis Bercampur Haru Di Hari Ayah Nasional

“Jemaah anak-anak, orang dengan penyakit risiko tinggi dan lansia juga kami imbau untuk tidak ikut salat Idul Adha. Sebab mereka merupakan golongan rentan tertular penyakit,” ujar dia.

Namun demikian, Shalehudin sampai saat ini masih menunggu kabar mengenai kondisi terkini Covid-19 di Kota Kretek dan kebijakan pemerintah daerah mengenai pelaksanaan ibadah dan perayaan kurban. 

“Kali ini semua masjid sepertinya menyelenggarakan salah Idul Adha. Tapi, itu nanti kembali lagi ke kebijakan pemerintah daerah setempat seperti apa,” tandasnya. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *