Masalah Kejiwaan Bukan Hal yang Patut Disepelekan

ArtikelKesehatan Mental

Written by:

KejoraMuria. Com – Pemberitaan soal kasus bunuh diri akhir-akhir harus menjadi perhatian bagi masyarakat. Bukan sekedar persoalan bunuh diri, namun penyebab kasus bunuh diri yang terkait dengan masalah kejiwaan. Depresi atau mental ilness akibat tekanan yang dirasakan sangat memberatkan mampu menjadi pemicu seseorang bunuh diri.

Beberapa waktu lalu publik khususnya penggemar girlband dan boyband Korea Selatan dikejutkan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan oleh Jonghyun personil Shinee, lalu kasus serupa juga dilakukan baru-baru ini oleh Sulli eks member girlband F(x). Sementara kasus terbaru yakni kematian dari eks member girlband Kara, Goo Hara pada, Minggu (24/11/2019) waktu setempat di kediamannya.

Dari ketiga kasus tersebut ketiganya merupakan penyintas depresi dan berusaha sembuh dari masalah kejiwaan. Beberapa telah melakukan serangkaian pengobatan, namun akhirnya jalan bunuh menjadi pilihan. Seperti diketahui, ketiganya yang merupakan publik figur mendapat banyak tekanan selama berkiprah menjadi idol. 

Tekanan profesi hingga masalah hate speech dari sejumlah nitizen yang melukai perasaan mereka digadang-gadang menjadi faktor yang menjadi tekanan hingga berujung depresi dan perasaan tidak dibenci atas apa yang mereka lakukan dan pikiran “kenapa mereka sangat jahat padaku?” Hal ini mungkin yang terakhir kali berada di benak seorang Sulli. 

Baca juga  Tenggelamnya Kapal Van De Vijk Disebut-Sebut Plagiat Dari Novel Magdalena

Bunuh diri akibat depresi tidak hanya terjadi pada publik figur, faktanya sejumlah kasus bunuh diri dilakukan oleh sejumlah masyarakat yang juga merasakan tekanan hidup. Kasus bunuh diri pun pernah terjadi di Kabupaten Kudus, dari bunuh diri di  dalam kos, bunuh diri seorang pemuda di Bumi Perkemahan Colo, hingga kasus gantung diri di pohon mangga. Tak sekedar di Kudus, beberapa daerah di Indonesia memiliki potensi bunuh diri. 

Berbagai hal kerap menjadi alasan seseorang untuk melakukan bunuh diri dari persoalan cinta hingga masalah ekonomi. Tentu kehidupan membawa sejumlah konsekuensi dan tekanan, hal ini adalah sesuatu yang perlu dibicarakan dan dimengerti.

Terkait pencegahan masalah kejiwaan, Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) telah memiliki aplikasi Sehat Jiwa yang dapat dimanfaatkan. Aplikasi ini berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kesehatan jiwa dan juga solusi masalah kejiwaan. Di dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa menu yakni mulai dari informasi kesehatan jiwa, informasi pelayanan, deteksi dini masalah kejiwaan, hingga laporan masalah kejiwaan.

Baca juga  Nganggur Usai Wisuda Bukan Cuma Kamu Saja

Melalui aplikasi ini masyarakat bisa mendapatkan informasi masalah yang biasa terjadi di masyarakat yang dapat mengarah ke tindakan bunuh diri. Selain itu, terdapat menu untuk mendeteksi  gangguan kesehatan jiwa.

Selain itu masyarakat juga memiliki akses rumah sakit atau puskesmas sekitar masyarakat yang memberikan layanan kesehatan jiwa. Selebihnya masyarakat juga dapat melaporkan peristiwa pasung penderita masalah kejiwaan dan penyalahgunaan obat terlarang.

Aplikasi Sehat Jiwa dapat didownload dan digunakan melalui playstore. Tentu aplikasi Sehat Jiwa diharapkan dapat meningkatkan pencegahan bunuh diri di Indonesia yang semakin mendekati tren meningkat setiap tahunnya. Agar membuka kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai diri sendiri dan memberi perhatian lebih bagi penderita masalah kejiwaan. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *