Langgar Perda, Puluhan Bangunan Pinggir Jalur Pantura Jekulo Dirobohkan

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Written by:

Kudus, KejoraMuria. Com – Puluhan bangunan permanen di pinggir jalur pantura Jekulo, Kudus dirubuhkan oleh aparat Satpol PP dan petugas dari Badan Pengelola Sumber Daya (BPSDA) Balai Pusdataru Seluna. Bangunan dinilai ilegal karena melanggar Perda bangunan dipinggir sempadan irigasi.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pendayagunaan Balai Pusdataru Seluna, Syam Syahida Ali Mustofa menjelaskan jika 29 bangunan dibongkar karena berada di sempadan jakur irigasi dan berada tepat dipinggir jalur pantura.

”Pembongkaran sesuai Perda Jateng Nomor 9 tahun 2018. Dilarang mendirikan bangunan disepanjang saluran irigasi, ini aset milik BPSDA Jateng,” ujarnya.

Dalam penertiban tersebut dikerahkan satu alat berat untuk membongkar bangunan permanen yang sebelumnya digunakan sebagai tempat usaha oleh masyarakat.

Baca juga  Dinsos P3AP2KB Kudus Sebut Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

Pembongkaran juga terkait dengan akan segera beroperasinya Bendungan Logung yang mengalirkan air untuk irigasi di tanah persawahan sekitar.

”Tentu aliran irigasi terganggu, tanggul kita habis dipotong bangunan. Terlebih nanti Bendungan Logung segera beroperasi,” ujarnya.

Namun, satu bangunan aset milik PT KAI yang sebelumnya menjadi halte tidak ikut dibongkar oleh petugas karena rencananya bangunan tersebut akan dibangun halte baru.

Selain 29 bangunan tersebut sebenarnya ada empat bangunan lagi yang berada di jalur sempadan irigasi. Empat bangunan tak jauh dari SPBU Hadipolo merupakan shalter atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dibangun oleh Dinas Perdagangan di tanah milik Desa.

Disatu sisi, Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Jawa Tengah, Tubayanu mengakui telah melakukan sosialisasi pembongkaran sebanyak tiga kali sejak Juli hingga Agustus 2018 lalu.

Baca juga  CPNS Kudus 2018, Sekda Kudus Himbau Masyarakat Jangan Gunakan Calo

”Tiga kali kami lakukan sosialisasi agar pengguna mau mengosongkan bangunan tersebut. Setelah batas habis, bangunan kami bongkar. Nanti rencananya lahan akan digunakan sebagai halte,” tutupnya. (ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *