Laki-Laki yang Hobi ‘Cicit Cuit’ ke Perempuan, Punya Masalah Apa Sih Hidupnya?

ArtikelHUKUM DAN KRIMINALOPINI

Written by:

KejoraMuria. Com – Tidak perlu lagi ditanya pernah atau tidak seorang perempuan menerima perlakuan tidak mengenakkan dari laki-laki, khususnya kegemaran laki-laki menggoda perempuan, jawabannya pasti pernah. Bahkan tidak sedikit anggapan menggoda dengan bersiul atau ‘catcalling’ yang remeh temeh di mata laki-laki sebenarnya ialah bentuk lain pelecehan seksual.

Redaksi akan mengulas betapa perlakuan tidak mengenakkan yang kerap dialami perempuan ketika dia berjalan seorang diri.

Kami melakukan socialexperiment untuk membuktikan jika di era 2020 masih didapati perilaku minus laki-laki pada perempuan. 

Pertama eksperimen dilakukan di tempat di mana gerombolan laki-laki yang notabene masih usia sekolah antara SMP sampai SMA, tepatnya di jalan penghubung Kudus-Pati arah Kayen, Pati. Eksperimen dilakukan ketika Redaksi yang seorang perempuan melakukan kegiatan sepeda seorang diri.

Sepanjang perjalanan masih nyaman saat gowes sepeda, namun semakin ke selatan di mana lokasi kerap digunakan sebagai ajang balap motor liar remaja pelakuan tidak mengenakkan dirasakan.

Tepat saat sepeda di depan segerombolan remaja, mereka memberikan perlakuan yang mengarah ke pelecehan seksual. Bukan menegur dengan kata yang baik, justru siulan dan omongan tidak mengenakkan keluar dari mulut mereka.

Hal itu sangat membuat tidak nyaman dan tentunya melukai harga diri perempuan yang sebenarnya ingin beraktifitas tanpa satu gangguan pun.

Kondisi serupa juga Redaksi temui saat tengah melakukan social experiment di kawasan wisata perahu baru, tepatnya di selatan jembatan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus. Sudah dipastikan, dimana terdapat tempat wisata pasti di sana ramai orang berkumpul. Juga segerombol remaja yang doyan berbaris di pinggir jalan sambil melihat orang lalu-lalang.

Serupa dengan social experiment di lokasi pertama, perlakuan tidak mengenakkan saat tengah beraktifitas sendiri juga diterima. Tanpa rasa sopan mereka menggoda dengan nada merendahkan, seperti “eh..  Eh, mbak dewean ae ki PD ne pol” (eh… Mbak sendiri saja nih, PD banget). Mereka juga mengeluarkan siulan. 

Baca juga  Pria Kena Denda Rp 30 Juta Akibat Ganggu Istri Orang
Ilustrasi

Sebenarnya segerombol remaja yang hobi bersiul dan menggoda perempuan saat sendiri itu punya masalah apa sih hidupnya? Jomblo apa kalau sendiri tidak berani? Kemungkinan pertama, jomblo bisa jadi benar bisa juga tidak.

Namun kemungkinan kedua atau posisi laki-laki atau remaja bergerombol memberi efek yang berbeda. Seakan-akan dengan posisi segerombol atau lebih dari satu orang, mereka merasa menjadi super power dan seenaknya melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Faktanya cukup benar, karena jarang sekali ditemui perlakuan semacam itu jika laki-laki seorang diri. Barangkali saat sendiri laki-laki atau remaja tidak memiliki keberanian untuk menggoda atau justru karena tidak mendapat pengaruh dari remaja lainnya.

Di ranah hukum pidana siulan atau menggoda perempuan dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual meskipun tidak dilakukan menggunakan kekerasan. Sebenarnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang berpeluang mempidanakan perlakuan menggoda dengan siulan sementara ini ditunda pembahasannya oleh DPR.

Sebagaimana dilansir Detik.Com, jika RUU PKS pada pasal 11 ayat 2 menyebut pelecehan seksual dibagi dalam dua kategori, yaitu pelecehan fisik dan pelecehan nonfisik dengan hukuman penjara yang beragam. Dalam Pasal 12 disebutkan:

Pelecehan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a adalah Kekerasan Seksual yang dilakukan dalam bentuk tindakan fisik atau non-fisik kepada orang lain, yang berhubungan dengan bagian tubuh seseorang dan terkait hasrat seksual, sehingga mengakibatkan orang lain terintimidasi, terhina, direndahkan, atau dipermalukan.

Adapun yang dimaksud dengan tindakan nonfisik meliputi hal berikut ini, namun tidak terbatas pada:

a. siulan, kedipan mata;
b. gerakan atau isyarat atau bahasa tubuh yang memperlihatkan atau menyentuh atau mempermainkan alat kelamin;
c. ucapan atau komentar yang bernuansa sensual atau ajakan atau yang mengarah pada ajakan melakukan hubungan seksual;
d. mempertunjukkan materi-materi pornografi; dan
e. memfoto secara diam-diam dan atau mengintip seseorang.

Baca juga  Mendaki, Masa Tidak Bisa Pasang Tenda

Jadi siap-siap saja ya yang hobi siul-siul dan mengucapkan kata yang tidak mengenakkan pada perempuan. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *