Kejaksaan Tangkap Pejabat PDAM Kudus

HUKUM DAN KRIMINALNasionalPELAYANAN PUBLIKPERISTIWAPOLITIK DAN PEMERINTAHAN

Written by:

Ket. BARAN GBUKTI. Rustriningsih, Kejari Kudus, saat menampilkan barang bukti uang, ponsel dan CPU Komputer data penerimaan pegawai di PDAM Kudus. Foto : sofyan

Kejoramuria.com,-Proses penerimaan pegawai di lingkungan PDAM Kabupaten Kudus mendapat perhatian dari Kejaksaan Negeri Kudus setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Hasilnya, seorang pejabat PDAM ditangkap beserta barang bukti uang puluhan juta. Hal ini diungkapkan Rustriningsih, Kepala Kejaksaan Negeri( Kejari) Kudus, jumat (12/06/2020).

“ Kita dapat laporan dari masyarakat, tentang adanya permainan uang dalam penerimaan dan pengangkatan pegawai di PDAM. Di masa sulit seperti ini, kok masih ada yang memanfaatkan orang cari kerja untuk keuntungan pribadi ,” kata Rustriningsih saat rilis pada wartawan di halaman kantornya.

Oknum berinisial T itu menjabat sebagai kasie kepegawaian saatdi intai oleh tim kejaksaan sedang melaksanakan aktifitas di pinggir jalan raya sekitar samsat Kudus. Dari tersangka ini tim mengamakan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 65 juta, beberapa buku tabungan, ponsel dan sepeda motor. Usai penangkapan ini, dilanjutkan pengamanan barang-barang bukti yang diduga terkait dengan perbuatan tersangka.

“ Dari kantor PDAM kami mengamankan beberapa dokumen dan CPU . lalu kami lakukan penyegelan beberapa ruangan. Jadi saat ini yang kami amankan baru satu orang dan sedang penyelidikan pemeriksaan. Bagaimana selanjutnya, apakah akan ada penambahan tersangka ,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi hal ini Hermansyah Bakri selaku dewan pengawas PDAM Kudus mengatakan bahwa ruang direktur PDAM dilakukan penyegelan pada kamis malam.

“ Seorang pegawai diamankan. Tidak ada direktur yang diamankan. Melihat kondisi ini, kami meminta kepada pegawai tersebut agar mengikuti proses hukum yang berjalan. Selanjutnya kami sebagai BUMD setelah proses hukum Kejari, kita serahkan kepada Pemkab Kudus ,” ucap pria yang akrab dipanggil Dio itu.

Pantauan Koran ini di kawasan kantor PDAM Kudus jalan Mejobo, pelayanan pembayaran masih berjalan seperti biasanya. Sebab loket pembayaran tidak harus melalui kantor utama yang pintunya saat ini disegeloleh Kejaksaan Negeri Kudus.

Pegawai bagian pelayanan lebih banyak berkumpul di belakang gedung loket pelayanan sebelum turun ke lapangan. Sedangkan pegawai administrasi kantor utama PDAM masuk melalui pintu samping.

“ Pak kalau mau membayar PDAM masih bisa ? ,” Tanya seorang pelanggan PDAM .

“ Silakan keloket sebelah sana masih buka seperti biasa ,” jawab seorang satpam sambil menunjuk ke arah timur pintu gerbang utama. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *