KB Dahlia Kutuk Maksimalkan Pembelajaran Melalui WhatsApp Group Selama Pandemi

PENDIDIKAN

Written by:

Kejoramuria.com, Pembelajaran jarak jauh bagi lembaga anak usia dini menjadi tantangan tersendiri. Terlebih ditiadakannya tatap muka selama pandemi Covid-19, belajar dari rumah (BDR) juga harus memenuhi enam aspek perkembangan anak.

PEMBUATAN VIDEO; Seorang guru KB Dahlia Kutuk sedang melakukan proses pembuatan video pembelajaran untuk bahan belajar dari rumah para muridnya baru-baru ini di ruang kelas KB tersebut. (*)

Tak terkecuali dengan Kelompok Bermain (KB) Dahlia Kutuk. Sekolah yang mendapat akreditasi A pada 2019 ini memilih cara sederhana dalam memberikan materi pelajaran pada anak untuk belajar di rumah.

Kepala KB Dahlia Kutuk, Sulayem mengatakan selama masa pandemi lembaga yang dipimpinnya lebih memaksimalkan WhatsApp group sebagai media BDR dengan materi yang tidak membebani dan memberatkan wali murid.

“Selain wali murid tidak memiliki skill guru, orang tua juga banyak yang bekerja. Sehingga materi pelajaran yang kita sampaikan mudah ditangkap oleh anak. Memang kita memaksimalkan WhatsApp group selama pandemi ini,” katanya baru-baru ini.

Sulayem menjelaskan tidak dipilihnya video conference dengan peserta didik memang dikarenakan kesibukan orang tua. Meski juga ada yang terkendala dengan jaringan dan kuota internet.

Baca juga  Guru Non ASN Berharap Pengakuan Ditingkat Pusat

“Saat ini kita memiliki 60 murid dengan empat orang guru. Sehingga terbentuk empat group WhatsApp yang masing-masing group terdapat 15 murid. Setiap guru mengelola satu group serta membagikan materi-materi pelajaran pada groupnya tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sulayem menambahkan, materi yang dibagikan pada masing-masing group berupa video yang telah dibuat oleh para guru setiap harinya. Meski seminggu sekali sekolah membagikan materi dan tugas belajar siswa yang diserahkan di sekolah.

“Awalnya kami kesulitan membuat video karena memang tidak terbiasa. Alhamdulillah lama kelamaan kami dapat membuat video pembelajaran yang mudah dipahami anak. Namun, terkadang kita rindu anak-anak dan terkadang kita sedih setiap hari harus berbicara sendiri di depan hp android,” ungkapnya.

Lembaga milik desa dan dibiayai oleh desa ini sejak berdiri pada Desember 2009 berharap agar pandemi segera berakhir. Sehingga dapat melakukan pembelajaran tatap muka langsung seperti biasanya.

Baca juga  Pasang Surut Literasi Tingkat Desa, Mengulik Kisah Perpustakaan Srikandi

“Kami tetap mematuhi peraturan dari pemerintah. Namun, BDR seperti banyak kendala. Terutama pada psikis anak yang sudah mulai jenuh belajar di rumah dan ingin belajar bersama dengan guru dan teman-temannya,” Terangnya.

 Jika diperbolehkan tatap muka, imbuh Sulayem, lembaga siap melakukan pembelajaran dengan protokol kesehatan sehingga target perkembangan anak bisa terpenuhi sesuai harapan.

Sementara itu, KB yang memiliki visi mewujudkan anak usia dini sehat, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia serta santun ini dikenal mampu meluluskan muridnya bisa menghafal surat-surat pendek, doa-doa harian, mengenal huruf dan angka.

“Sehingga lulusan kami sudah siap mengikuti pembelajaran di sekolah dasar tanpa kendala. Selain itu, anak-anak kami memiliki banyak prestasi kejuaraan pada event lomba baik tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *