Kantor Direksi QNet Disatroni Tim Cobra Polres Lumajang

HUKUM DAN KRIMINALPERISTIWA

Written by:

KejoraMuria. Com – Siapa yang tidak ‘ngeces’ saat diiming-imingi keuntungan tinggi dalam bisnis? Lebih-lebih di saat mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Tentu kolaborasi keduanya membuat bisnis iming-iming layaknya Multi Level Marketing (MLM) menjamur.

Usai mencium bau dugaan penipuan bisnis investasi berkedok QNet di Lumajang dan sejumlah daerah di Jawa Timur, Polres  Lumajang sejak beberapa bulan lalu telah melakukan sejumlah penyelidikan dan perburuan pada sejumlah pihak yang diduga andil dalam bisnis tipu-tipu tersebut.

Tim Cobra Polres Lumajang akhirnya menggeledah kantor pusat Direksi PT Amoeba Internasional yang berafiliasi dengan bisnis QNet di Setiabudi Jakarta Selatan, Selasa (29/10) pagi. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 11.00 siang, Tim Cobra Polres Lumajang didampingi Polres Jaksel dan surat dari Kejaksaan Lumajang.

Dilaporkan Kompas TV, beberapa ruang digeledah dan sejumlah barang dikemas dan kemungkinan dibawa Polres Lumajang untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya penelusuran oleh tim Kobra Polres Lumajang berawal dari laporan para korban bisnis MLM yang rata-rata anak muda yang dijanjikan pekerjaan dengan keuntungan.

Bisnis QNet selama ini dikenal sebagai bisnis MLM dimana berbasis Sumber Daya Manusia (SDM) untuk jualan. Qnet diduga melakukan perekrutan yang mengharuskan orang baru membayar sejumlah uang.

Pada bulan Oktober rumah Direksi PT Amoeba Internasional di Kediri telah digeledah. Selain itu Tim Cobra memburu sejumlah petinggi perusahaan untuk mempertanggungjawabkan bisnis yang merugikan banyak masyarakat tersebut.

Dokumentasi Kumparan: saat Polres Lumajang membongkar bisnis QNet beberapa waktu lalu.

“K Direksi PT Amoeba Internasional ditetapkan sebagai tersangka. Modus penipuan pelaku memperesentasikan melalui buku dan video berisi keuntungan bisnis Qnet,” ucap Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arshal Sahban sebagaimana diberitakan Kompas TV.

Alih-alih mendapatkan untung, justru anak muda yang menanam modal dipekerjakan sebagai marketing yang menjual beberapa barang yang tidak begitu bermanfaat. Ujung-ujungnya mereka juga bertugas merekrut pekerja baru melalui sistem MLM. 

Baca juga  Sebar Foto Vulgar, Pria Asal Kudus Diamankan Polda DIY

Bahkan setelah berjalannya waktu tidak ada keuntungan dari investasi awal seperti yang dijanjikan QNet. Justru uang investasi yang mereka bayarkan tidak ada kejelasan.
Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal bulan Oktober telah mengkategorikan PT Amoeba Internasional yakni perusahaan yang berafiliasi dengan QNet masuk daftar entitas bisnis ilegal di Indonesia. 

Disebut Kumparan, Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Togam L Tobing memasukkan PT Amoeba Internasional karena berpotensi merugikan masyarakat dan lantas menghentikan bisnis ilegal tersebut.

Bisnis QNet sebenarnya telah cukup lama diduga melakukan bisnis tipu-tipu di sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak hanya di daerah Jawa Timur, sejumlah korban QNet di Jawa Tengah sebenarnya telah menggembar-gemborkan bisnis penipuan sejak lama. Tentu tidak sedikit korban yang terjerat iming-iming.

Bahkan banyak korban menyebut QNet adalah bisnis tipu-tipu yang menjadi musuh bersama dan harus segera dihentikan karena menimbulkan kerugian yang tidak sedikit pada korbannya. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *