Jembatan ini Bahayakan Pengguna Jalan

LALULINTASRAGAM

Written by:

Ket: BAHAYA. Kondisi aspal jembatan Braholo Desa Honggosoco ini berlobang dan tembus sampai bawah. Nampak besi-besi ram untuk penahan cor terkelupas sehingga membahayakan pengguna jalan. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Keberadaan jembatan Braholo Desa Honggosoco tepatnya di sebelah timur MTS Hasyim 3 membahayakan masyarakat pengguna jalan raya. Pasalnya, kondisi berlubang tembus sehingga keliatan sungai dan konstruksi bergoyang saat kendaraan besar melintas.

Menanggapi kondisi ini, Baidlowi, selaku Kepala Desa Hadipolo menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke Pemkab Kudus yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR).

“ Jalan raya dan jembatan itu statusnya milik Pemkab Kudus, jadi kita laporkan untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Sebab, kondisinya memang sangat membahayakan pengguna jalan. Untuk saat ini kita memberikan tong agar pengguna jalan hati-hati dan mobil besar/berat tidak bisa melintas . Mobil pribadi saja kalau agak kencang, jembatan sedikit bergoyang ,” kata Baidlowi.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas PUPR Pemkab Kudus, Arif Budi Siswanto, membenarkan sudah menerima laporan tentang kondisi jembatan di desa Honggosoco. Oleh karena pihaknya akan menggunakan anggaran perbaikan guna menjaga konstruksi sampai adanya pembangunan permanen.

Baca juga  Aksi Hijaber Remuk Mie di Supermarket Dihujat Warganet

“ Sebenarnya tahun ini kita melakukan tiga proyek lelang. Namun karena ada satu kondisinya membahayakan maka kita menggunakan anggaran rutin atau penunjukan langsung untuk jembatan Honggosoco ,” kata Arif Budi Siswanto.

Dijelaskan, jembatan yang dianggarkan dengan anggaran rutin, yakni di Mlati Norowito, Kecamatan Kota. Sedangkan tiga proyek pembangunan jembatan lainnya, yakni Jembatan Jalan Garung Lor-Getasrabi, Jalan Gajian-Watu Putih dan Jalan Blolo-Nganti.

Meskipun sudah ada pembangunan empat jembatan karena faktor usia dan kondisi jembatan yang mulai rusak, masih ada beberapa jembatan yang juga perlu segera diperbaiki karena mulai berlubang dan membahayakan pengguna jalan.

Kemudian ditambah Jembatan Honggosoco, Kecamatan Jekulo. Dimana kondisi jembatan dengan panjang 51 meter tersebut terdapat lubang di tengah sehingga membahayakan pengguna jalan.

Baca juga  Lagu 'Guruku Tersayang' Ternyata Karya Maestro Melly Goeslow

Jembatan yang dibangun sejak zaman Belanda tersebut, perlu segera dibongkar dan diganti konstruksi baru dengan kebutuhan anggaran hingga Rp10-an miliar yang akan diusulkan perbaikannya lewat bantuan gubernur.

“ Sementara untuk perbaikan sementara, disiapkan anggaran hingga Rp250-an juta yang dijadwalkan dalam waktu dekat segera dikerjakan ,” tukasnya.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga sudah memasang spanduk berukuran besar yang berisi larangan bagi truk atau kendaraan berat melintasi jembatan. Karena akan ada penanganan darurat agar bisa tetap dimanfaatkan sambil menunggu ketersediaan anggaran untuk dibangun yang baru. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *