Jelang Idul Adha, Stok Kebutuhan Pokok Mulai Stabil

EKONOMI

Written by:

Ket. FLUKTUATIF. Suasana aktifitas perdagangan di pasar sayur dan buah pasar Bitingan yang sedikit menurun karena tersendatnya pengiriman petani asal luar kota. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Tidak adanya lagi penutupan aktifitas pasar tradisional sebagai upaya untuk menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat selama masa pandemic corona di Kabupaten Kudus. Sehingga proses pengiriman dari luar kota maupun petani di wilayah sendiri dapat tertampung dengan baik. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, melalui Kasie Fasilitasi Perdagangan, Teddy Hernawan.

“ Beberapa wilayah luar sedikit terkendala karena disana ada daerah yang terdampak zona merah. Namun bisa dicukupi daerah lainnya . Mungkin karena jumlahnya sedikit maka harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Hukum pasar seperti itu. Tapi sampai saat ini jumlah stok kebutuhan pokok dan sayuran masih relative aman ,” ucap Teddy Hermawan, usai rapat koordinasi pengawasan pupuk bersubsidi.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan misalnya bawang merah dan sayuran tertentu serta telur ayam buras. Tetapi di pasar masih tersedia dengan kuantitas sedikit berkurang.

Berdasarkan pendataan harga setiap hari kamis ketersediaan stok kebutuhan dapur masih terkendali aman meski belum stabil dari petani.

“ kalau untuk bahan pokok seperti beras masih bisa dicover oleh petani dan pedagang di Kabupaten kudus. Kurang lebih saat ini sekitar 5.500 ton yang disimpan di lumbung-lumbung petani dan pedagang. Kita berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk memetakan kawasan mana saja yang melakukan panen dan jumlahnya. Sesuai arahan pak Plt Bupati, Petani diminta untuk menyimpan dua pertiga dari hasil panen guna menjaga keamanan pangan di wulayah kecamatan masing-masing ,” paparnya.

Sedangkan stok komoditas gula pasir, rata-rata per pekannya mencapai 810 ton, minyak goreng curah mencapai 210.000 liter, bawang putih 43 ton, dan bawang merah 32 ton yang tersimpan di gudang sejumlah distributor.
“ Daging relative aman, sayur mayor juga suplay masih lancar dari para petani. Jadi cukup lah ,” tukasnya.

Khusus daging sapi yang mayoritas berasal dari luar kota, pasokan setiap minggunya mencapai Sembilan ton dan daging kerbau senanyak enam ton. Angka ini berdasarkan data kedatangan daging di level pedagang besar di wilayah Besito. Sementara kebutuhan telur ayam ras sebanyak 43 ton.

“ cabai rawit merah dan keriting masih banyak tersedia karena petani di kabupaten Kudus sedang melakukan panen sebanyak 25 ton per minggu dan cabai merah 45 ton. Jadi harganya relative turun. Mungkin saat idul adha ada kenaikan lagi karena kebutuhan masyarakat meningkat ,” jelasnya.

Nah, sebagai upaya memastikan stok barang tersedia cukup, Dinas Perdagangan bersama DInas Pertanian rutin melakukan monitoring di beberapa pasar tradisional dan pedagang besar, termasuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat. (fya) 

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *