Jelang Idul Adha, Stok Gas Masih Aman

EKONOMI

Written by:

Kejoramuria.com,- Lebaran idhul adha tinggal menghitung hari. Kebiasaan sebelumnya, keberadaan stok elpiji menipis padahal kebutuhan masyarakat meningkat. Sehingga terjadi kenaikan harga di lapangan dan menjadi keluhan warga. Namun pada tahun ini dipastikan kondisi tersebut aman oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

“Jika sebelumnya menjelang momen hari-hari besar mengajukan tambahan alokasi, untuk saat ini menjelang Idul Adha belum ada rencana karena beberapa momen yang bisa mendorong lonjakan permintaan elpiji ukuran 3 kg tidak ada,” kata Teddy Hermawan, Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Menurut Teddy, terjadinya pandemic corona mempengarhui aktifitas warga yang membutuhkan epiji. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa di jawa bulan dzulhijjah (besar) identic dengan musim hajatan seperti menikah. Selain itu, tahun ini warga juga tidak menggelar aktifitas keluarga yang akan menunaikan ibadah haji. Maka tingkat kebutuhan elpiji masyarakat tidak terlalu melonjak signifikan.

Baca juga  Di Kudus Ada 16 Kasus Perselisihan Pekerja Dan Perusahaan

“Kalaupun ada lonjakan permintaan, PT Pertamina biasanya menambah alokasi hingga 4 persen dari kebutuhan rata-rata per bulan ,” kata Teddy.

Pria penyuka tanaman organic ini menambahkan bahwa sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM juga terpengaruh. Sehingga permintaan elpiji dari sektor UMKM dimungkinkan juga berbeda dengan sebelumnya. Akan tetapi, keberadaan pengecer elpiji 3 kg yang biasanya keliling ke sejumlah pengecer turut berperan dalam menstabilkan penyerapan elpiji bersubsidi tersebut.

“Jika sebelumnya elpiji habis diborong pedagang kaki lima atau sektor kuliner rumahan, kini di tangan pengecer yang berjualan keliling bisa semakin meluas dalam pendistribusiannya karena sejak awal merekalah yang memiliki jaringan penjualan elpiji hingga tingkat pelosok desa,” ujarnya.

“ Selain itu, adanya jam malam dan larangan berkumpul membuat warung-warung konsumsi elpijinya menurun. Jadi wajar saja, permintaan elpiji selama pandemi COVID-19 cenderung stabil ,” tukasnya.

Baca juga  Tas Roro Kenes Semarang ditahan di Bandara Rusia, Disebut Sekelas Vuitton atau Bottega

Berdasarkan datanya, penyaluran elpiji sepanjang Januari-Mei 2020 mencapai 3.658.440 tabung atau 42,67 persen dari alokasi sebesar 8,57 juta tabung selama 2020.

Penyaluran tertinggi terjadi pada bulan Mei 2020 yang mencapai 776.080 tabung, sedangkan April 2020 hanya 731.560 tabung, Maret 2020 sebanyak 723.360 tabung dan Februari 2020 sebanyak 686.000 tabung dan Januari 2020 sebanyak 741.440 tabung.

Terkait dengan pelanggaran dalam distribusi, tidak ditemukan, termasuk laporan kelangkaan elpiji di lapangan juga tidak ada karena masih ada alternatif elpiji nonsubsidi.

“ Untuk rembesan elpiji 3 kg dari kabupaten lain memang masih ada, namun tidak banyak karena stok yang ada sudah cukup ,” tandasnya. (fya) 

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *