Hartopo dan Sam’ani Dipanggil Kejati Jawa Tengah

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Written by:

Ket. Suasana kantor PDAM Kudus setelah Direktur Utama ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Foto: sofyan

Kejoramuria.com- Kasus penerimaan pegawai PDAM Kabupaten Kudus terus bergulir. Setelah penahanan Direktur Utama, Ayatullah Humaini, kini Kejati Jawa Tengah memanggil Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan Sekda Sam’ani Intakoris untuk dimintai keterangan. Demikian diungkapkan Ketut Sumedana, Aspidsus (Asisten Pidana Khusus) Kejati Jateng.

“ Kami memanggil pegawai dari internal PDAM Kudus dan pejabat Pemkab Kudus. Jumlahnya ada enam orang ,” kata Ketut Sumedana pada wartawan, Senin (27/07).

Menurut Ketut, enam terperiksa tersebut sesuai jadwal undangan mulai dimintai keterangan hari senin (27/07) mulai pukul 09.00 wib.

“ Selain keenam saksi ini, Kejati juga memanggil kembali tersangka kasus dugaan pemberian uang dalam penerimaan pegawai baru di PDAM Kudus. Yaitu saudara T ,” tukasnya.

Selain dua petinggi Pemkab Kudus, terdapat satu orang pejabat lagi yakni kepala Bagian perekonomian Setda mendampingi Sekda saat menghadiri panggilan Kejati Jateng.

Baca juga  Mahfud MD Ingatkan Pemilu Jangan Rusak Persatuan Bangsa

Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan siap memberikan keterangan terkait kasus dugaan pemberian uang dalam penerimaan pegawai baru di PDAM Kudus.

“Kami tegaskan, tidak terlibat dalam kasus hukum di PDAM Kudus karena dalam pengangkatan pegawai menjadi kewenangannya manajemen PDAM,” ujarnya ketika dimintai tanggapannya terkait penahanan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini oleh Kejati Jateng, beberapa waktu lalu.

Dalam penahanan tersebut, Kejati menyebutkan bahwa uang yang terkumpul dari hasil penerimaan pegawai digunakan untuk melunasi utang biaya pengangkatan dirinya sebagai direktur PDAM.

Hartopo menegaskan bahwa antara PDAM dan Pemkab Kudus terpisah, sehingga teknis pengangkatan pegawai tidak ada campur tangan pemkab karena kewenangan mereka.

Baca juga  Kudus Gelar Rakor Porprov 2022 dengan Lima Kabupaten Pati Raya

Sementara pengangkatan Direktur PDAM Kudus sendiri, dilantik oleh Bupati Kudus nonaktif M. Tamzil.

Sebagai gambaran, mencuatnya kasus PDAM Kudus ini bermula dari penangkapan Pegawai PDAM oleh Kejari Kudus bernama Toni Yudiantoro saat menerima uang penerimaan pegawai pada tanggal 11 Juni 2020 lalu. Tak lama kemudian Kejari menetapkan orang luar PDAM bersanam Sukma Oni sebagai tersangka pemberi suap.

Namun kasus ini kemudian ditarik oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk memperdalam pemeriksaan. Hasilnya, pada Kamis (16/07) Direktur PDAM Ayatullah Humaini ditetapkan sebagai tersangka kemudian ditahan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 12e, 11, serta 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *