Gagang Plastik dari Limbah untuk Pisau UKM

UMKM

Written by:

Ket: Para dosen UMK saat berada di depan alat pembuat gagang plastic yang berasal dari bahan limbah plastic. Foto: sofyan

Kejoramuria.com,- Sejumlah dosen Universitas Muria Kudus (UMK) membuat alat pembuat gagang plastik dari bahan limbah plastik. Alat tersebut diberikan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) pembuat pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Karena dari bahan limbah plastik, selain bisa membantu perbaikan lingkungan, juga bisa mengurangi ongkos produksi.

Ketua Tim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) 2020 Arif Setiawan mengatakan, saat ini, UMKM memang memiliki kendala yang hampir sama, termasuk UD Hasil Logam yang memproduksi aneka jenis pisau.

“kemampuan produksi terbatas karena minimnya alat produksi,” kata Arif Setiawan.

Selain alat produksi yang terbatas, manajemen usaha yang masih tradisional dan pemasaran yang masih terbatas. Beberapa permasalahan tersebut harus dicarikan solusi agar pengembangan UMKM bisa terus berjalan.

Untuk alat, pihaknya membuatkan alat pembuat gagang pisau dari bahan limbah plastik. Alat tersebut belum ada di pasaran, sehingga pihaknya harus melihat praktek pembuatan pisau untuk menentukan alat seperti apa yang dibutuhkan oleh UMKM pisau tersebut.

Baca juga  Disnaker Perinkop Kudus Kirim 50 Pelaku Usaha Ikuti Kenduri E-UKM

“Setelah kami lihat, kami langsung membuat sesuai kebutuhannya,” terangnya.

Akhirnya alat pembuat gagang pisau dari bahan limbah plastik selesai dibuat dan bisa digunakan. Untuk alat yang ada bisa digunakan selama 24 jam non stop, untuk mebuat gagang pisau hanya membutuhkan waktu dua menit saja.

Pihaknya memang fokus alat yang bisa mengolah bahan baku dari limbah plastik, selain karena murah juga membantu dalam upaya pengurangan sampah plastik. Selain itu harganya juga murah, satu kilo limbah plastik harganya cuma Rp 6000, sementara satu kilogram limbah plastik bisa untuk 200 gagang pisau.

“Sangat murah produksinya, alat kami juga berbahan gas LPG, jadi cukup murah,” ujarnya.

Tak hanya pemberian alat saja, kegiatan yang bekerjasama dengan Kemenristekdikti ini juga melatih pemasaran secara online. Pihaknya juga telah membuatkan website yang berisi katalog pisau yang dijual, www.sahrihasillogam.com. harapannya, pemasaran bisa maksimal, apalagi saat pandemi seperti saat ini.

Baca juga  Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Sosialisasikan Gerakan Perkoperasian

Pemasaran online tentu akan bisa maksimal jika sudah mengetahui caranya, sehingga perlu dilatih. Pandemi saat ini akses internet juga lebih tinggi dibanding sebelumnya, sehingga peluang pemasaran lewat online cukup besar dan diharapkan bisa meningkatkan angka penjualan.

Dengan bantuan alat dan pelatihan tersebut, tentunya diharapkan bisa membantu dalam meningkatkan keuntungan bagi pelaku UMKM, sehingg bisa terus berkembang. Ketika pandemi selesai diharapkan perkembangannya akan cepat, karena alat sudah ada dan pemasaran online juga sudah digarap.

Sementara itu, Pemilik UD Hasil Logam, Sahri Baedhowi mengaku terbantu dengan adanya alat tersebut. Sehingga produksi pisau bisa lebih cepat dan juga lebih murah, apalagi bahannya berasal dari limbah plastik.

Untuk penjualan online, memang harus dilakukan, dirinya juga harus bisa mengembangkan diri agar bisa menguasai pemasaran secara onlie. “Kami tentu mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pelatihannya, apalagi dibuatkan alat yang memang dipasaran belum ada,” jelasnya.((fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *