Entah Apa yang Merasuki Dua Pengendara yang Ngobrol di Jalan?

ArtikelLALULINTASRAGAM

Written by:

KejoraMuria. Com – Perempuan dianggap cukup berbahaya ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya. Selain kerap dianggap seenaknya, perempuan terlebih ibu-ibu dinilai sebagai penguasa adidaya di jalan yang tidak dapat disalahkan dan tidak mampu dilawan.

Paling umum yang sering dikeluhkan pengendara ketika bertemu ibu-ibu di jalan ialah perkara lampu sein atau yang lazim disebut lampu reting. Kebiasaan tidak menyalakan lampu sein saat berbelok diduga menjadi kesalahan yang membuat ‘mak tratap’ pengguna jalan lain.

Atau kebiasaan sein kiri menyala namun belok ke kanan yang juga membuat pengendara lain turut waspada saat bertemu ibu-ibu di jalan raya.

Kekuatan lain dari pengendara perempuan yang tidak mampu dilawan adalah kata-kata perlawanan saat berada dalam masalah. Setidaknya bagi pengendara lain, perempuan dan ibu-ibu dinilai berbahaya ketika berbicara. Disebutlah kalah menang ‘nggundang’ alias tidak mau disalahkan ketika berada di jalan. Pahamilah itu….

Baca juga  Fenomena 'Topi' Gunung Semeru, Begini Penjelasannya

Rasa-rasanya anggapan itu nyata adanya. Redaksi Kejora Muria berhasil menangkap momen yang membuktikan bahwa perempuan dimanapun berada akan menganggap tempat itu sebagai rumahnya, meskipun itu jalan sekalipun.

Perilaku berbahaya namun dianggap biasa saja terlihat saat dua pengendara di jalan Megawon hingga Jalan Suryo Kusumo Mejobo. Sepanjang jalan nampak dua orang perempuan mengendarai sepeda motor secara berjejer dua, tanpa merasa berdosa dan takut kenapa-kenapa.
Sebenarnya ada tiga perempuan yang beriringan di jalan. Namun dua perempuan pengendara motor berjejer di jalan. 

Entah apa yang sedang mereka obrolkan, namun rasanya sangat menarik dan tidak tahu itu penting atau tidak. Intinya mereka asyik saling balas membalas obrolan di tengah jalan yang syahdu itu. 

Kebiasaan saling berbicara satu sama lain tanpa mempedulikan kondisi jalan di Megawon cukup ramai tidak nampak membahayakan di mata pengendara perempuan tersebut. Keadaan ini bisa saja membuat bingung pengendara di belakang keduanya bingung. “Mau nyalip tapi bagaimana, tak disalip juga jalannya lama. Sedang mereka asyik berbicara sambil tertawa”

Baca juga  Pemerintah Tidak Pernah Salah? Sampai Penerima Beasiswa Dilarang Mengkritik

Seharusnya mereka bisa berhenti sebentar jika ada yang hendak dibicarakan. Bukan justru melampaui batas ketika berkendara dan membiarkan obrolan itu menjadi konsumsi pengendara lain dan membahayakan keadaan sekitar.

Selain merugikan pengendara lain, jelas mengendarai sepeda motor dengan berjejer dan berbicara bisa menyebabkan kecelakaan. Setidaknya jika jatuh, tidak sekedar hati yang ambyar, namun bagian tubuh lainnya bakal ikut ambyar.

Pengendara akan kehilangan fokus terhadap jalan yang dilaluinya. Tak sedikit kecelakaan karena main-main saat berkendara di jalan. Ini menjadi peringatan khusus bagi pengendara perempuan lain. Meskipun seadidaya apapun di jalan, mohon untuk tidak semena-mena. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *