Dibayar Meski Pesangon Buruh Rokok Diangsur 24 Bulan

EKONOMI

Written by:

Kudus, KejoraMuria. Com – Setiap siang lumrahnya kita lihat perempuan buruh rokok keluar dari pabrik-pabrik di Kudus yang terkenal dengan sebutan “Kota Kretek”. Bagi sebagian pabrik rokok yang gagal bersaing dengan merk dagang yang lebih populer, gulung tikar. Tentu imbasnya kepada para buruh rokok yang terpaksa di PHK (pemutusan hubungan kerja).

Buruh rokok Gentong Gotri di Kudus sangat mengerti hal tersebut, mereka bahkan berjuang beberapa tahun untuk mendapatkan hak pesangon dari PHK tersebut. Hingga (5/9/19) pesangon ke enam mereka dibayar “meski diangsur” pihak perusahaan.

Dijelaskan Daru Handoyo sebagai penasehat hukum para buruh rokok Gentong Gotri jika ada sekitar 1.125 buruh harian borong dan 25 pekerja bulanan yang mendapatkan pesangon. 
“Ini pembayaran keenam meskipun sebelumnya tertunda,” ujarnya.

Bahkan alasan penundaan pembayaran tersebut, tidak jelas. Tapi mereka hari ini kembali antre di Gedung Lingkungan Industri Kecil Hasil Tembakau (LIK-HT) barat Jalan Lingkar Timur Kudus untuk mendapatkan pesangon double.

Pembayaran dengan cara “diangsur” ini menurutnya berdasarkan kesepakatan pihak buruh dan pemilik pabrik. Selama 2 tahun atau 24 dijanjikan pesangon penuh dibayarkan, “rata-rata Rp 600 ribu”. 

Pesangon ini dulunya sempat diperdebatkan, karena lama setelah mereka dirumahkan uang pesangon tak kunjung diberikan.

Pada saat buruh pabrik rokok Gentong Gotri protes menuntut pembayaran pesangon pada November 2018 lalu.

Awalnya sejak 2016 dirumahkan belum ada kejelasan. Hingga pada 2018 sejumlah aksi protes dilayangkan oleh para buruh, mereka berkali-kali demo minta agar hak mereka segera ditunaikan pemilik pabrik.

Sementara pihak pabrik berjanji membayarkan pesangon, namun saat itu mengaku belum bisa memberikan pesangon pada buruh pabrik dengan dalih aset gedung pabrik belum laku terjual.

Daru lantas menjelaskan jika jumlah pesangon yang seharusnya dibayar sebesar Rp 431,027 miliar, namun sesuai kesepakatan pabrik hanya akan membayar 25 persen dari jumlah tersebut. Atau tepatnya pesangon Rp 10,33 miliar yang bakal dibagikan pada seluruh pekerja. “Dibayar bertahap selama 24 bulan”. (*/ap)

Bagikan :
Baca juga  Di Kudus Ada 16 Kasus Perselisihan Pekerja Dan Perusahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *