Cerita “Babat Bumi Undaan” Sunan Prawoto

GUSJIGANGSENI & BUDAYA

Written by:

Kudus, KejoraMuria. Com – Mungkin masih banyak orang yang belum tahu tentang legenda atau asal usul beberapa daerah di Kabupaten Kudus. Salah satunya daerah Kecamatan Undaan yang berada di paling selatan Kabupaten Kudus.

Menurut Ketua Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Anak Bangsa (LPPKBB) Kudus, Sancaka Dwi Supani dirinya telah mengumpulkan beberapa catatan terkait legenda Kecamatan Undaan.”Ini Saya kumpulkan saat menjelang acara Kirab di Kecamatan Undaan,” terangnya.

Catatan yang dikumpulkannya menunjukkan jika cerita legenda Kecamatan Undaan tidak terlepas dari perjalanan Sunan Prawoto atau Raden Bagus Mukmin ke Bintoro atau Demak. Saat dalam perjalanan menuju Bintoro dirinya bertemu dengan brandal yang saling berkelahi.

Sunan Prawoto pun melerai brandal-brandal yang bertengkar. Tapi justru diserang para brandal. Karena ilmu sakti Sunan Prawoto, para brandal kalah dan meminta menjadi muridnya. Lalu para brandal disyahadatkan dan diberi wejangan.

Howo nafsu kudu diwatesi, sing biso matesi jahat, tumindak olo, howo nafsu soko awakmu dewe, opo biso diwatesi?” (Hawa nafsu harus dibatasi, yang bisa membatasi hal jahat, perilaku buruk, hawa nafsu berasal dari dirimu sendiri, apa bisa dibatasi?)

Baca juga  Butuh 2,5 Miliar Untuk Bangun Museum Patiayam

Para brandal tersebut pun menyanggupi omongan Sunan Ptawoto. Lalu Sunan Prawoto mengatakan,

Yen ngono seksenono, besok rajane zaman papan kene diarani Desa Wates” (Kalau begitu jadilah saksi, suatu hari nanti daerah sini disebut Desa Wates).

Seksenono, oro-oro sing ngamplak-ngamplak kae bakal dadi Desa Ngemplak” (Jadilah saksi, tanah lapang yang “ngamplak-ngamplak” akan menjadi Desa Ngamplam).

Rowo-rowo kang ombo bakal dadi Desa Karangrowo” (Rawa-rawa yang luas akan menjadi Desa Karangrowo).

Kae ono alas grumbul utawa wono bakal dadi Desa Wonosoco” (Di sana ada alas ngumpul akan jadi Desa Wonosoco).

Kae ono kali gede sing rame para pedagang numpak prahu bakal dadi Desa Kalirejo” (Di sana ada sungai besar yang ramai para pedagang naik perahu akan menjadi Desa Kalirejo).

Baca juga  Mendatangi Gunung Tidar "Pakuning Jawa"

Lalu Sunan Prawoto melanjutkan wejangan (nasehat_Red) kepada murid barunya tersebut.“Hai para muridku, sira kabeh saiki wes mundak nalarmu, mundak pikiranmu, soyo mundak ilmumu, mulo papan kene bakal dadi Projo Undaan, mengku karep Unggul Lan Andalan. Ing Undaan kene bakal dadi lumbung pangan, tanah kang subur tan tinandur pari palawijo lan buah-buahan. Urip makmur subur ing Undaan”

(Hai para muridku, semoga sekarang sudah tambah logikamu, tambah pikiranmu, semakin tambah ilmumu, maka tempat ini akan jadi sebutan Undaan, berharap Unggul dan Andalan. Di Undaan ini akan menjadi lumbung makanan, tanah yang subur ditanami padi, palawija, dan buah-buahan. Hidup makmur subur di Undaan). (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *