Cagar Budaya Masjid Wali 90 Persen Hasil Pemugaran

ArtikelSENI & BUDAYA

Written by:

KejoraMuria. Com – Pemugaran yang dilakukan pada Masjid Wali At-Taqwa Desa Loram Kulon, Jati amat disayangkan. Pasalnya perubahan drastis dari konstruksi hingga bentuk bangunan mencapai 90 persen.

Sebelumnya Redaksi Kejora Muria pernah menemui Sunjono (71) di lokasi Masjid Wali At-Taqwa, dia menerangkan jika keadaan Masjid jika dilihat dari bentuknya sudah berubah total. Hanya beberapa yang masih asli, salah satunya Mustaka yang ada di belakang Masjid.”Ya.. Ini sudah berubah total, lebih bagus yang dulu. Tapi karena dirubah, jadi seperti ini,” terangnya.

Keterangan lebih lanjut didapat dari Juru Pelihara (Jupel) Afroh Aminuddin pada 2018 lalu. Sebenarnya sangat disayangkan karena Masjid Wali At-Taqwa yang ada sekarang, tak seperti bentuk aslinya.”Perubahannya sekitar 90 persen, merubah bentuk aslinya, ” ujarnya.

Baca juga  Bagian II: Sutikno Persiapkan Generasi Dalang Wayang Klitik Di Wonosoco

Sebelum menjadi Jupel, dia tidak begitu memperhatikan perubahan akan sangat mempengaruhi sejarah Masjid yang sesungguhnya. Namun setelah dirinya menjadi Jupel dan mempelajari sejarah dan budaya dari Masjid tersebut, barulah ada rasa yang amat disayangkan karena perubahan yang terlalu drastis.

Masjid Wali pertama dibangun pada 1596-1597 SM dan dipugar pada tahun 90an. Saat itu belum ada Undang-Undang Cagar Budaya. Tidak ada yang mengingatkan betapa pentingnya sejarah Masjid tersebut.

”Dipugar sekitar tahun 90an dan tahun 91 dibangun serambi. Karena semakin lama semakin banyak masyarakat yang sholat di sana sedangkan Masjid sempit,” terangnya.

Masyarakat inginnya hanya menyelamatkan Masjid Wali yang ada karena kondisi Masjid yang telah termakan usia dan mulai lapuk. Masjid pun dipugar dengan mengganti dinding papan dan tiang kayu dengan tembok beton.

Baca juga  Ngotot di Acara Mata Najwa, Arteria Sempat Diberi Gelar Sarjana Bacot

Pemugaran ini diperjelas dengan adanya foto Masjid Wali Loram Kulo yang Redaksi kumpulkan dari berbagai sumber.

Dimungkinkan wujud Masjid Wali yang belum dipugar menjadi dua lantai
Foto ini merupakan fase dimana dilakukan pemugaran.
Ini adalah wujud Masjid Wali Loram Kulon saat ini.

Selanjutnya pada tahun 2011 renovasi dilakukan dengan membangun Masjid dua lantai. Menurutnya, saat terjadi pemugaran yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar, memang belum ada yang menyadari hal tersebut. 

Namun karena modernisasi maka rupa dan bentuk Masjid pun ikut dirubah. Menurutnya saat Sholat Jum’at dulu Masjid hanya mampu menampung 300 orang di dalam, dan sekarang dapat mencapai 500 orang lebih. (*/ap)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *