BLK Kudus Mulai Gelar Pelatihan Tatap Muka

ANAK MUDAINFORMASI

Written by:

Foto . Para peserta pelatihan mengenakan faceshiel selama aktifitas di BLK kudus. Foto:sofyan

Kejoramuria.com,- UPTD BLK (Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja) Kudus mencatat adanya peningkatan peserta pelatihan saat pandemi Covid-19. Adapun peserta pelatihannya didominasi lulusan baru.

Peminat pelatihan di Kabupaten Kudus membeludak. Adapun pesertanya, didominasi para baru.

Kepala UPTD BLK Kudus, Anggun Nugroho membenarkan peminat pelatihan di BLK mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terlebih di masa  tatanan kehidupan baru ini jumlahnya kian bertambah.

Untuk pesertanya, Anggun menuturkan pelatihan tahun ini latar belakang peserta didominasi para lulusan baru. Pelatihan di BLK Kudus dipilih mereka sebagai wadah pembekalan kompetensi, sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.

” Kebetulan masa new normal berdekatan dengan momen kelulusan sekolah. Makanya jumlah peserta dari lulusan sekolah tahun ini membeludak,” kata Anggun di Aula UPT BLK Kudus.

Baca juga  Dishub Kudus Operasikan Dua Traffic Light di Gang 4

Sepinya kegiatan rekrutmen tenaga kerja di perusahaan di masa pandemi Covid-19, membuat sebagian mereka memilih menempa keahlian di BLK. Selain lulusan baru, pelatihan di BLK Kudus juga diramaikan para ibu rumah tangga hingga para penggiat usaha.

Sama seperti para lulusan baru, BLK dijadikan mereka sebagai wadah untuk mengasah keahlian. Tahun ini, Anggun menyebut pihaknya menggelar 15 pelatihan dengan sumber dana dari APBD Kudus. Sementara untuk pelatihan yang bersumber dana APBN ada 16.

“Hari ini kami membuka tahap terakhir pelatihan dari dana APBD. Ada dua kejuruan, yakni handcraft dan tata boga. Keduanya dijalankan secara tatap muka dengan jumlah peserta masing-masing 16 orang,” terangnya.

Baca juga  Enam Bulan Menjabat, Kapolres Kudus Diganti

Menurut Anggun, pelatihan dengan sistem tatap muka telah dijalankan pihaknya sejak beberapa bulan lalu. Setelah Plt Bupati Kudus, HM Hartopo memperbolehkan adanya pelatihan secara tatap muka.

“Protokol kesehatan kami jalankan secara ketat. Seperti cuci tangan, pakai masker dan face shiled hingga physical distancing. Waktu pelatihan yang biasanya 6 jam perhari juga kami pangkas jadi 5 jam perhari,” jelas.

Melalui pelatihan-pelatihan ini, pihaknya berharap masyarakat bisa lebih bersemangat dalam membangkitkan kembali sektor perekonomian. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *