25 Persen Desa Belum Cairkan BLT DD

EKONOMI

Written by:

Foto papan BLT dana desa

Kejoramuria.com, – Memasuki bulan Agustus 2020 ini, baru 99 desa dari 123 desa di Kabupaten Kudus yang sudah mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa ( DD) terdampak covid19. Sehingga masih terdapat 24 desa yang belum mencairkan BLT DD tahap 3. Total nilai dana BLT yang dibagikan mencapai Rp 11,1 Miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (dipermades) Pemkab Kudus, Adi Murwanto, menjelaskan bahwa saat ini desa-desa yang belum mencairkan dengan dalam proses administrasi. Sehingga diharapkan secepatnya bisa terselurkan sesuai peruntukan dan tepat sasaran.

“ Desa yang belum melakukan pembagian tersebut di delapan kecamatan. Hanya satu yang selesai lengkap itu Kecamatan Bae ,” kata Adi Murwanto. 

Perinciannya, pada wilayah kecamatan Gebog terdapat dua desa yaitu Kumpit dan Besito. Wilayah Kecaatan Jekulo terdapat lima desa. Yakni Desa Bulungkulon, Gondoharim,, terban, Pladen dan Hadipolo.

Baca juga  Minimarket Langgar Protokol Covid, Disegel Satpol PP

Selanjutnya Kecamatan Mejobo hanya satu desa yang belum selesai itu Desa Hadiwarno. Kemudian Kecamatan Undaan terdapat dua desa yang belum membagikan yaitu Desa Kutuk dan Desa Wonosoco. Sedangkan Kecamatan Jati terdapat tiga desa adalah Desa Pasuruhan Kidul, Desa jati Kulon dan desa Loram Wetan.

“ Kecamatan kota yang belum melakukan pembagian adalah desa demangan, Desa Demaan dan desa singocandi. Lalu Kecamatan Kaliwungu ada tiga desa Sidorekso, Gamong dan Kedungdowo ,” jelasnya.

Meski demikian tidak semua diterima oleh warga tercatat. Sebab terdapat sejumlah slot bantuan yang dikembalikan ke desa. Berdasarkan catatanya saat ini jumlahnya sebanyak 48 slot. Namun angka ini diperkirakan akan betambah karena penyaluran masing berlangsung.

Baca juga  Area Wisata Tutup, Target PAD Turun

“ Warga yang mengembalikan itu dilakukan dengan alasan keluarga penerima dirasa tidak layak menerima bantuan tersebut. Untuk BLT DD ada sebanyak 21 paket yang dikembalikan dengn nominal Rp 12,6 juta ,” tukasnya.

Sebagai gambaran, jumlah penerima bantuan di masing-masing desa memang berbeda-beda. tergantung dana desa yang dimiliki masing-masing. Pada penerimaan dana desa dibawah Rp 800 juta pertahun maksimal 25 persen dialokasikan BLT. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai 1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika diatas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimal 35 persen. (fya)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *